BAZNAS dan Kemenag Perkuat Ekosistem Zakat, Tingkatkan Kualitas Pendidikan Madrasah

Deputi Pendistribusian, Pendayagunaan dan Pemberdayaan BAZNAS RI, H.M. Imdadun Rahmat. Foto: humas Baznas

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Agama (Kemenag) RI memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekosistem zakat di sektor pendidikan, salah satunya melalui Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana madrasah di Indonesia.

Semarak.co – Deputi Pendistribusian, Pendayagunaan dan Pemberdayaan BAZNAS RI, H.M. Imdadun Rahmat, mengatakan kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Menurutnya, seluruh pihak perlu bekerja sama dalam ekosistem yang saling mendukung dan memberikan manfaat.

Imdadun berharap BAZNAS di daerah dapat mendampingi madrasah yang membutuhkan bantuan dalam proses pendaftaran program. Pendampingan ini diperlukan karena madrasah di daerah terpencil terkadang mengalami kesulitan dalam melakukan pendaftaran secara daring.

“Adapun kepada Kementerian Agama, saya kira tidak perlu lagi saya sampaikan karena perannya yang (besar) dan keterlibatannya sudah jelas,” ujar Imdadun dalam paparannya pada peluncuran Program Madrasah Layak Belajar 2026 di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Muhibuddin, mengapresiasi Program Madrasah Layak Belajar yang diinisiasi BAZNAS RI untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui perbaikan sarana dan prasarana madrasah.

“Saya kira ini merupakan satu langkah positif dan produktif yang perlu kita sambut dan gaungkan bersama,” ujar Muhibuddin dirilis humas Baznas usai acara melalui WAGroup Baznas Media Center (BMC), Rabu malam tadi (21/10/2026).

“Kuncinya adalah kolaborasi. Membangun pendidikan yang berkualitas, termasuk dengan memperbaiki sarana dan prasarananya, tidak bisa hanya mengandalkan satu pintu kebaikan,” ujar Muhibuddin.

Ia menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan dukungan dari berbagai sumber pendanaan. Karena itu, kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah, lembaga pengelola zakat, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan agar manfaat program dapat menjangkau lebih banyak madrasah.

“Dana yang amanah, kolaborasi yang terarah, pendidikan yang lebih berdaya,” ujarnya.(hms/baz/sam)