Pemerintah Republik Iran menuduh Ukraina mengerahkan ribuan drone mikro di kawasan sekitar wilayahnya, termasuk Kurdistan Irak. Kyiv membantah tuduhan tersebut, sementara Teheran menyatakan sedang mempertimbangkan langkah untuk merespons.
Semarak.co – Ada jaringan drone mikro di sekitar Iran. Kantor berita Tasnim melaporkan pada Selasa, 20 Oktober 2026, seorang sumber keamanan Iran menyebut Ukraina mengerahkan unit drone khusus di sejumlah negara sekitar Iran dan membangun jaringan operasional regional.
Menurut sumber itu, dilansir Sindonews.com, Tasnim News Agency dan Shafaq News (22/10/2026), ribuan drone mikro Ukraina telah ditempatkan di wilayah Kurdistan Irak. Namun, laporan tak menyebutkan identitas seluruh negara yang diduga menjadi lokasi pengerahan personel maupun peralatan itu.
Teheran memandang dugaan aktivitas itu sebagai bagian dari tindakan bermusuhan yang melibatkan Ukraina, Eropa dan NATO. Sumber keamanan tersebut menyatakan pemerintah Iran sedang memertimbangkan respons terhadap perkembangan situasi keamanan regional.
Ukraina Bantah Tuduhan Iran
Kedutaan Besar Ukraina di Irak membantah tuduhan tersebut pada Rabu, 21 Oktober 2026. Kyiv menyebut klaim pengerahan drone dan personel Ukraina di Kurdistan Irak sebagai informasi yang tidak berdasar dan mengada-ada.
Pihak Ukraina menegaskan tidak mengerahkan drone, unit pengoperasian drone, maupun personel terkait di Kurdistan Irak ataupun wilayah Irak lainnya. Kyiv juga menyatakan menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Irak.
Perbedaan pernyataan kedua pihak membuat klaim pengerahan drone tersebut belum dapat dipastikan secara independen. Laporan Tasnim bertumpu pada keterangan seorang sumber keamanan anonim, tanpa bukti terbuka yang disertakan.
Ketegangan Keamanan Regional
Tasnim juga mengaitkan dugaan aktivitas Ukraina dengan bantuan teknologi drone kepada pihak-pihak yang terlibat dalam konflik melawan Iran. Namun, tuduhan tersebut belum didukung verifikasi independen yang memadai.
Laporan itu turut menyinggung insiden sebelumnya di Laut Kaspia serta dugaan pelatihan penggunaan drone di Irak utara. Rincian mengenai keterlibatan Ukraina dalam peristiwa-peristiwa tersebut tetap memerlukan konfirmasi dari sumber independen.
Ketegangan ini berlangsung ketika kawasan Timur Tengah menghadapi konflik dan kekhawatiran terhadap keamanan pangkalan militer, infrastruktur energi, serta jalur pelayaran strategis. Perkembangan selanjutnya bergantung pada klarifikasi resmi pihak terkait.
Peringatan dari Garda Revolusi Iran
Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, memeringatkan dengan keras bahwa negaranya siap menghadapi berbagai kemungkinan dan akan merespons lebih keras apabila kembali diserang.
Mohebbi juga memeringatkan potensi krisis energi serius apabila konflik meningkat. Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran Teheran terhadap dampak keamanan dan ekonomi yang dapat meluas melampaui kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Iran menyatakan terus mengembangkan kemampuan rudal dan drone, termasuk peningkatan jangkauan serta akurasi. Klaim peningkatan kapasitas produksi tersebut berasal dari pejabat Iran dan belum diverifikasi secara independen.
Diplomasi Menjadi Sorotan
Hingga laporan ini disusun, tuduhan mengenai pengerahan ribuan drone masih diperselisihkan. Verifikasi independen dan keterangan resmi dari seluruh pihak terkait diperlukan untuk memastikan fakta serta mencegah kesimpulan prematur.
Perkembangan kasus ini berpotensi menambah ketegangan hubungan Iran dengan Ukraina dan negara-negara Barat. Jalur diplomasi, transparansi informasi serta penghormatan terhadap kedaulatan negara menjadi penting untuk mencegah eskalasi lebih luas. (net/snc/tna/sn/kim/smr)





