OKI Tegaskan Palestina Prioritas Utama Dunia Islam, Negara Muslim didorong Perkuat Solidaritas

OKI menegaskan, perjuangan Palestina tetap menjadi prioritas utama dunia Islam. Organisasi itu menyerukan persatuan sikap negara-negara anggota untuk memperjuangkan hak rakyat Palestina, melindungi Yerusalem serta memerkuat bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak konflik.

Semarak.co – Penegasan itu mengemuka dalam Sidang ke-52 Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang berlangsung di Baghdad, Irak, pada 17-18 Oktober 2026. Pertemuan ini mengangkat tema dialog dan solidaritas sebagai landasan perdamaian serta pembangunan berkelanjutan.

Dilansir Organization of Islamic Cooperation (OIC), Union of OIC News Agencies dan TRT World (21/10/2026), sidang dihadiri delegasi 55 negara anggota dan pengamat serta perwakilan berbagai organisasi internasional. Palestina; Gaza, Yerusalem, krisis regional, kerja sama ekonomi dan pembangunan jadi agenda utama sidang.

Menurut laporan resmi OKI, Sekretaris Jenderal Ismail Ould Cheikh Ahmed meminta negara anggota menyatukan posisi politik dan meningkatkan upaya bersama untuk membela hak rakyat Palestina serta mengakhiri penderitaan mereka bersama.

OKI juga menekankan akan perlunya melindungi Kota Yerusalem dan tempat-tempat sucinya. Isu ini mencakup akses, keamanan serta penghormatan yang tinggi terhadap status dan hak masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut secara damai.

Dalam sidang itu, para menteri luar negeri membahas kondisi kemanusiaan di Gaza, termasuk kebutuhan bantuan, pemulihan wilayah serta perlindungan warga sipil di tengah konflik yang terus menimbulkan dampak bagi masyarakat.

Deklarasi Baghdad yang diadopsi pada penutupan sidang menegaskan kembali dukungan terhadap hak rakyat Palestina dan pembentukan negara Palestina merdeka, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, sesuai resolusi internasional yang relevan.

Namun, tantangan terbesar bagi OKI adalah memastikan kesepakatan diplomatik berubah menjadi langkah nyata. Bantuan yang memadai, tekanan politik terkoordinasi dan dukungan rekonstruksi membutuhkan komitmen berkelanjutan dari seluruh negara anggota OKI.

Selain Palestina, sidang membahas sejumlah krisis di negara anggota, upaya memerangi terorisme dan Islamofobia, serta kerja sama ekonomi, perdagangan, ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan di seluruh kawasan negara anggota secara bersama.

Irak menyatakan akan menindaklanjuti hasil pertemuan bersama Sekretariat OKI. Sidang Dewan Menteri Luar Negeri berikutnya dijadwalkan berlangsung di Benin, sedangkan Konferensi Tingkat Tinggi Islam berikutnya direncanakan di Azerbaijan pada tahun depan (2027). (net/oic/uona/tw/kim/smr)