Tony Iommi Siapkan Album Solo From the Dark, Gandeng Vokalis Jørn Lande dan Gitaris Queen Brian May

Legenda gitar Black Sabbath, Tony Iommi, menyiapkan album solo terbaru berjudul “From the Dark” yang dijadwalkan meluncur pada 23 Oktober 2026 melalui label BMG, usai penantian panjang para penggemar musik rock dunia.

Semarak.co – Album “From the Dark” ini menjadi karya solo penuh pertama Iommi sejak “Fused” pada 2005, sekaligus menandai kembalinya sang gitaris dengan delapan komposisi baru setelah lebih dari dua dekade menunggu penggemar.

Bacaan Lainnya

Pengumuman album anyar Iommi disampaikan pada tanggal 29 Juli 2026 melalui acara streaming global dari Birmingham, Inggris, kota kelahiran Black Sabbath yang memiliki hubungan kuat dengan sejarah musik heavy metal dunia.

Album baru  “From the Dark” besutan Iommi menjadi rilisan solo ketiganya setelah album “Iommi” pada tahun 2000 dan “Fused” pada tahun 2005 silam. Proyek terbaru ini kembali menempatkan permainan gitar sebagai pusat perhatian.

Dalam perjalanan kariernya, Iommi dikenal sebagai salah satu tokoh penting yang membentuk karakter heavy metal modern. Permainan gitar bernada rendah, riff berat, dan atmosfer gelap menjadi ciri khas musiknya bersama Black Sabbath.

Kembalinya Iommi melalui album solo ini juga menarik perhatian penggemar karena Black Sabbath telah mengakhiri perjalanan panggungnya. Materi terbaru tersebut memberikan kesempatan menikmati kreativitas sang gitaris di luar format band legendarisnya.

Menggandeng Jørn Lande dan Musisi Berpengalaman

Iommi menggandeng vokalis asa Norwegia, Jorn Lande untuk mengembangkan materi album. Lande ikut menulis lagu dan membawakan karakter vokal bertenaga yang berpadu dengan riff gitar berat khas Iommi dalam rekaman.

Nama Lande dikenal dalam lingkungan musik hard rock dan heavy metal melalui keterlibatannya bersama sejumlah proyek musik, termasuk Masterplan. Karakter vokalnya yang kuat menjadi pasangan menarik bagi permainan gitar khas Iommi.

Bagian ritme diperkuat bassist Becky Baldwin dan drummer Karl Brazil, sementara produksi dikerjakan sang gitaris Iommi sendiri bersama Mike Exeter, kolaborator lama yang memahami pendekatan suara gitar sang musisi secara mendalam.

Baldwin dikenal melalui kiprahnya dalam musik metal, sedangkan Brazil memiliki pengalaman memainkan drum untuk berbagai proyek musik. Kehadiran mereka membentuk pondasi ritmis yang menopang komposisi gitar dan vokal album tersebut.

Mike Exeter kembali bekerja bersama Iommi sebagai produser. Kolaborasi ini diharapkan menjaga karakter gitar berat yang selama puluhan tahun melekat pada Iommi, sekaligus memberikan ruang bagi pendekatan produksi yang lebih modern.

“World Alone” Menjadi Single Pembuka

Single album pembuka “World Alone” dirilis bersamaan dengan pengumuman album tersebut. Tembang berlari cepat melalui riff tebal, solo gitar tajam, serta vokal dramatis Lande yang membangun suasana megah dan gelap sekaligus.

Lagu tersebut memerlihatkan pendekatan musik yang memadukan ciri khas heavy metal klasik dengan produksi modern. Permainan gitar Iommi menjadi elemen dominan, sementara vokal Lande memberikan tenaga dan karakter melodis pada komposisinya.

Video musik “World Alone” disutradarai Ryan Mackfall dan menghadirkan dunia distopia bergaya retrofuturistis. Tokoh utamanya berjuang bertahan hidup dalam lingkungan menyerupai permainan video yang penuh ancaman dan kejutan visual.

Peluncuran single sebelum album penuh memberikan kesempatan bagi penggemar untuk mengenali arah musikal proyek terbaru Iommi. Lagu tersebut juga menjadi pengantar menuju delapan komposisi yang akan tersedia pada tanggal rilis mendatang.

Brian May dari Queen Hadir dalam “Death Wake”

Dilansir Pitchfork.com, Musicradar.com, Ultimateclassicrock.com dan Apple Music (14/10/2026), salah satu sorotan album adalah “Death Wake”, yang menampilkan solo gitar tamu, Brian May, gitaris Queen sekaligus sahabat lama Iommi. May menjadi tamu istimewa dalam proyek musik terbaru ini.

Kolaborasi tersebut memiliki nilai historis karena Iommi dan May sama-sama dikenal sebagai gitaris berpengaruh dalam perkembangan musik rock. Keduanya memiliki karakter permainan berbeda yang berpotensi memberikan warna tersendiri pada lagu tersebut. (net/pfc/mrc/ucrc/am/kim/smr)

Pos terkait