Gaza Kembali Memanas, Korban Jiwa Terus Bertambah di Tengah Gencatan Senjata

Situasi di Jalur Gaza, Palestina, masih tegang Kendati gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025 belum sepenuhnya menghentikan kekerasan. Laporan terbaru menyebut serangan Zionis Israel terhadap wilayah Gaza masih terjadi di sejumlah wilayah.

Semarak.co – Pada hari Sabtu, 26 September 2026, serangan drone Zionis Israel di kamp pengungsi Nuseirat, Gaza Tengah, dilaporkan menewaskan seorang warga Palestina dan melukai beberapa lainnya. Informasi tersebut disampaikan kantor berita Palestina WAFA.

Bacaan Lainnya

Laporan lain menyebut sebuah sekolah yang digunakan sebagai tempat pengungsian warga Palestina di sekitar Deir al-Balah terkena serangan drone. Beberapa orang terluka, termasuk seorang anak perempuan berusia enam tahun yang dilaporkan dalam kondisi kritis.

Menurut otoritas kesehatan Gaza yang dikutip WAFA, hingga 26 September jumlah warga Palestina yang tewas sejak Oktober 2023 mencapai 73.914 orang, sedangkan 174.952 orang lainnya mengalami luka-luka. Angka itu merupakan data dari otoritas kesehatan Gaza dan belum diverifikasi secara independen.

Sementara itu, militer Israel mengatakan dua anggota Hamas tewas dalam serangan terpisah di Nuseirat dan Khan Younis pada 25 September 2026. Israel menyatakan serangan dilakukan karena kedua orang itu dianggap terlibat dalam aktivitas militer yang melanggar gencatan senjata.

Krisis Kemanusiaan Masih Berat

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan warga Gaza masih menghadapi kebutuhan kemanusiaan besar, kerusakan bangunan yang luas, keterbatasan bahan bakar serta kekurangan peralatan untuk memerbaiki infrastruktur dan menangani bangunan yang rusak.

Dilansir Reuters, UN-OCHA, WAFA, UNOPS dan Ochaopt.org (27/9/2026), di tengah kondisi yang parah, bantuan kemanusiaan terus menjadi perhatian internasional. Inggris pada 25 September 2026 mengumumkan paket dukungan baru untuk bantuan kemanusiaan dan pemulihan awal di Gaza. (net/rts/uo/wf/ups/oo/kim/smr)

Pos terkait