Aktif Jaga Kedaulatan Bangsa, FWK Pertajam Ideologi Kebangsaan Media Massa

Koordinator Nasional FWK Raja Parlindungan Pane. Foto: dok FWK

Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) Pusat meneguhkan rencana mempertajam ideologi kebangsaan di Tanah Air yang sementara ini dinilai masih belum jelas. FWK akan terus mengkampanyekan ideologi kebangsaan untuk kalangan wartawan, supaya media massa mempunyai ideologi yang kuat.

Semarak.co – Pendiri FWK Hendry Ch. Bangun mengatakan, apa yang dilakukan FWK sudah sesuai visi FWK berupa aktif menjaga kedaulatan bangsa dan setia pada Negara Kesatuan Republik Indinesia (NKRI).

Bacaan Lainnya

“Independen, tapi berwawasan kebangsaan,” tutur Hendry dalam rapat Pra Rakernas FWK di Jalan Bukit Nirwana Raya 80, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/11/2025) seperti dirilis humas FWK usai acara melalui WAGroup Forum Wartawan Kebangsaan (FWK), Senin (31/11/2026).

Hendry mantan wartawan senior Harian Kompas yang lama menggeluti bidang olahraga merasakan betul bagaimana rasa nasionalisme atau kebangsaannya diuji ketika tim olahraga nasional berhadap-hadapan tim manca negara.

“Kami sebagai wartawan Indonesia sering bertemu wartawan asing yang akan meliput tim nasional mereka di stadion. Di situ kami sebagai wartawan olahraga sudah merasakan ketegangan,” kata Hendry, mantan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan mantan Wakil Ketua Dewan Pers.

Rapat FWK dipimpin Koordinator Nasional FWK Raja Parlindungan Pane dan dimoderatori Ketua Panitia Pra Kongres FWK Budi Nugraha. Rapat kerja dan sekaligus prarakernas dihadiri sejumlah wartawan senior, seperti Yesayas Oktavianus mantan wartawan olahraga Harian Kompas.

Ada juga Untung Kurniadi, AR Loebis, dan Sayid Iskandarsyah, Rita Sri Hastuti, Mohammad Nasir, Herwan Pebriansyah, Dadang Rachmat, Edi Kuswanto, Abdulillah Pahresi, Berman Nainggolan L Radja, Herry Sinamarata, dan Rudy Sitompul.

Pengurus FWK Untung Kurniadi mengusulkan, selain menyelenggarakan diskusi yang bertema kebangsaan, juga perlu dilengkapi dengan wawancara untuk podcast. “Yang diwawancarai bisa tokoh dari luar atau dalam FWK. Para wartawan senior di sini yang menguasai spesialisasi di bidang masing-masing juga bisa diwawancarai untuk podcast,” kata Untung.

Raja Pane mengingatkan bahwa FWK bicara berdasarkan fakta, bukan asal bicara. Karena itu FWK juga melakukan dan melayani permintaan riset. “Kami akan bekerja sama dengan lembaga penelitian di sejumlah perguruan tinggi yang mempunyai reputasi tinggi,” tambah Raja Pane.

Bahkan untuk memperkuat jaringan informasi di daerah-daerah, FWK akan membentuk perwakilan di daerah-daerah. Dengan demikian, bahasan-bahasan yang berkembang dalam diskusi FWK menjadi komprehensif. (rls/smr)

Pos terkait