Binus University Sosialisasikan Aplikasi EMPUAN kepada Migrant Domestic Workers Indonesia di Singapura

Ketua Tim Pelaksana Maryani dalam acara Binus University melalui program pemberdayaan masyarakat memperkenalkan Aplikasi EMPUAN (Empowering Women through Technology and Innovation) kepada komunitas Migrant Domestic Workers Indonesia (MDWI) di Singapura, Minggu 17 Mei 2026. Foto: istimewa

Universitas Bina Nusantara (Binus University) melalui program pemberdayaan masyarakat memperkenalkan Aplikasi EMPUAN (Empowering Women through Technology and Innovation) kepada komunitas Migrant Domestic Workers Indonesia (MDWI) di Singapura, Minggu 17 Mei 2026.

Semarak.co – Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital, memperkuat perlindungan perempuan, serta memperluas akses terhadap informasi kesehatan dan layanan berbasis teknologi bagi pekerja migran Indonesia.

Bacaan Lainnya

Sosialisasi diikuti puluhan pekerja migran Indonesia yang antusias mempelajari pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung kesehatan, keamanan, dan pengembangan diri. Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh penjelasan mengenai berbagai fitur Aplikasi EMPUAN.

Mulai dari Emergency Call (panic button), pemantauan kesehatan perempuan, edukasi kesehatan reproduksi, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) melalui AI Health Assistant yang dapat membantu pengguna memperoleh informasi kesehatan secara cepat dan terpercaya.

Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti sesi praktik langsung menggunakan aplikasi melalui telepon pintar masing-masing. Tim BINUS University mendampingi peserta dalam proses instalasi, registrasi, serta simulasi penggunaan berbagai fitur, termasuk cara mengakses informasi kesehatan, memanfaatkan layanan edukasi digital, dan menggunakan fitur darurat apabila menghadapi situasi yang memerlukan bantuan.

Ketua Tim Pelaksana Maryani menyampaikan, aplikasi EMPUAN merupakan hasil pengembangan riset BINUS University yang dirancang sebagai ekosistem digital untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan melalui pemanfaatan teknologi informasi dan kecerdasan buatan.

Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi media edukasi sekaligus sarana perlindungan yang mudah diakses oleh perempuan, termasuk pekerja migran Indonesia yang berada di luar negeri. Pihaknya ingin memastikan perempuan Indonesia, di mana pun berada, memiliki akses terhadap informasi yang benar, layanan digital yang aman.

Serta teknologi yang dapat membantu mereka menghadapi berbagai tantangan kehidupan sehari-hari. Melalui EMPUAN, kata Maryani, pihaknya berharap perempuan semakin percaya diri memanfaatkan teknologi untuk menjaga kesehatan, meningkatkan literasi digital, dan memperkuat perlindungan diri.

Ditambahkan Maryani, para peserta menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka menilai aplikasi ini memberikan manfaat nyata karena menggabungkan layanan kesehatan, edukasi digital, dan fitur keamanan dalam satu platform yang mudah digunakan.

“Kehadiran fitur berbasis AI juga dinilai membantu pengguna memperoleh informasi secara cepat tanpa harus menunggu konsultasi tatap muka,” tutur Maryani dirilis yang diterima redaksi semarak.co melalui pesan elektronik, Jumat (10/7/2026).

Dilanjutkan Maryani, selain memperkenalkan aplikasi, kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai keamanan digital, pemanfaatan AI secara bertanggung jawab, serta pentingnya memilah informasi kesehatan dari sumber yang kredibel.

Materi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pekerja migran dalam menghadapi tantangan era transformasi digital. Melalui kegiatan sosialisasi ini, BINUS University menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Implementasi Aplikasi EMPUAN menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan perempuan, peningkatan kualitas hidup, serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi dengan komunitas pekerja migran Indonesia di Singapura. (ist/smr)

Pos terkait