Piala Dunia 2026, Iran Tersingkir Lantaran Hasil Imbang Aljazair Kontra Austria

Pertandingan lanjutan Piala Dunia 2026 antara Aljazair kontra Austria dari Grup J di Kansas City Stadium, Sabtu, 27 Juni pukul 21:00 (waktu setempat) atau Minggu pagi tadi (28/6/2026), yang berakhir imbang 3-3 membawa petaka bagi Tim Nasional Republik Iran.

semarak.co – Negara Persia akhirnya tersingkir dari perhelatan Piala Dunia 2026. Sasa Kalajdzic mencetak gol penyeimbang di detik-detik terakhir saat Tim Nasional Austria mengungguli Aljazair untuk merebut posisi kedua Grup J. Dengan hasil seri ini, maka kedua tim sama-sama melaju ke babak gugur, 32 besar Piala Dunia 2026.

Bacaan Lainnya

Gol-gol terjadi, dicetak Aljazair oleh Belghali menit ke-41, Mahrez menit ke-60) dan gol brace Mahrez menit ke-90+3. Sementara gol timnas Austria, seperti dilansir Fifa.com (28/6/2026), diciptakan Arnautovic di menit ke-28, Sabitzer menit ke-55, dan Kalajdzic menit ke-90+5.

Tim Nasional Aljazair dan timnas Austria berhasil memastikan diri lolos ke babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 setelah bermain imbang penuh drama pada laga pamungkas Grup J di Stadion Kansas City, Amerika Serikat (AS). Hasil ini justru mematahkan langkah Iran lolos babak berikutnya.

Aljazair tampaknya akan melenggang sekaligus menyingkirkan Austria ketika Riyad Mahrez mencetak gol keunggulan pada menit ketiga waktu tambahan. Namun, Sasa Kalajdzic secara mengejutkan mampu menyamakan kedudukan di detik-detik terakhir pertandingan dan meloloskan kedua tim.

Mengingat sang juara bertahan Argentina telah dipastikan keluar sebagai juara grup, Austria melaju ke babak berikutnya dengan status peringkat kedua. Hasil ini mempertemukan mereka dengan Spanyol di Stadion Los Angeles pada, Rabu 2 Juli 2026.

Sementara itu, pasukan Aljazair yang mewakili benua Afrika, berhasil lolos sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik dan akan menantang pasukan Swiss di Vancouver, Amerika Serikat, pada hari yang sama.

Austria membuka keunggulan terlebih dahulu pada menit ke-28 saat Marko Arnautovic menyambut umpan lambung jauh dan menaklukkan penjaga gawang Oussama Benbot dari sudut sempit. Aljazair pun membalas dengan sengit.

Tendangan Fares Chaibi sempat membentur tiang gawang sebelum rangkaian skema permainan yang tidak biasa berujung pada gol penyeimbang. Mahrez bereaksi paling cepat terhadap bola yang memantul dari tiang sudut lapangan.

Boka memantul dari tiang sudut lapangan, ia kemudian mengoper ke Rafik Belghali yang melakukan aksi individu melewati barisan pertahanan Austria sebelum menceploskan bola ke gawang dengan penuh ketenangan.

Austria kembali memimpin di awal babak kedua saat Marcel Sabitzer menyambut umpan tarik presisi dari Nicolas Seiwald dengan sepakan langsung yang melesat tajam dari jarak 18 yard. Tim berjuluk Unsere Burschen asuhan pelatih Ralf Rangnick, akhirnya imbang.

Kendati demikian, keunggulan mereka hanya bertahan selama lima menit. Houssem Aouar merangsek dari sisi kiri dan melepaskan umpan silang kepada kapten Aljazair, Riyad Mahrez, yang langsung menyontek bola dari jarak dekat.

Hampir tidak ada peluang berarti setelahnya hingga Mahrez mencetak gol di masa perpanjangan waktu. Namun, drama belum berakhir karena penyerang pengganti, Kalajdzic, berhasil menyarangkan bola untuk memastikan kelolosan Austria dari babak grup untuk pertama kalinya sejak 1982.

Dengan hasil imbang antara Austria dan Aljazair, tentu saja membawa petaka bagi nasib Tim Nasional Republik Iran yang menunggu hasil pertandingan. Jika saja Aljazair yang mempunyai poin 3 sama dengan Iran, maka kalah dari Austria. Dengan demikian, maka Iran yang lolos. Namun, takdir berkata lain. (net/fif/kim/smr)

Pos terkait