Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Bank Indonesia (BI), mengajak para kreator konten memperkuat literasi zakat. Hal itu mengemuka dalam Training of Trainer (ToT) Kreator Konten, rangkaian kegiatan Festival Syariah (FESYar) Regional Sumatra, di Palembang, Sumsel.
Semarak.co – ESyar Sumatera 2026 yang berlangsung hingga Sabtu (6/6/2026), mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”.
“Kami Mengajak serta para kreator konten, tentu akan sangat efektif memperkuat literasi zakat sebagai bagian dari kekuatan keuangan sosial Islam yang menggerakkan ekonomi umat,” ujar Kepala Biro Komunikasi Publik (BKPU) BAZNAS Ndari Rumi Widyawati, dirilis humas melalui WAGroup Baznas Media Center (BMC), Minggu (7/6/2026).
Selain ToT Kreator Konten, Bank Indonesia juga menyelenggarakan ToT Dai dan Daiyah, serta ToT Sertifikasi Nazhir Wakaf, dengan total 150 peserta dari berbagai daerah di Sumatra.
Kabag Humas yang juga Pemred Kantor Digital, Yudhiarma MK, menjadi pemateri ToT Kreator Konten mengajak peserta memanfaatkan AI dengan tools Gemini, Deepseek, ChatGPT, untuk membuat berita dan artikel lainnya.
“Saat ini dengan AI atau Artificial Intelijen bisa lebih mudah. Terutama dalam membuat konten-konten baik itu bagi kreator konten maupun wartawan,” ujar Yudhiarma.
Meski demikian, ia mengingatkan Kode Etika Jurnalistik (KEJ) dan Peraturan Dewan Pers. Sebab, imbuh dia, secanggih apapun, AI adalah robot. Yudhiarma menjelaskan, kini media massa juga menggunakan AI.
Karena banyak perusahaan media membuat aturan sendiri tentang penggunaan AI dan mengingat ada kebutuhan untuk mengatur penggunaan AI pada industri media, maka Dewan Pers berinisiatif membentuk dan menyusun pedoman. Pedoman ini tertuang dalam Peraturan Dewan Pers No. 1 Tahun 2025 tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan Dalam Karya Jurnalistik.
Diketahui, BI Sumatera Selatan bersama Pemprov Sumsel, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sumsel, kementerian/lembaga terkait, perguruan tinggi, komunitas, serta berbagai mitra strategis lainnya, menyelenggarakan berbagai side event edukatif dan kompetitif sebagai upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Sumatera.
Pada kegiatan ToT Kreator Konten, peserta dibekali berbagai materi mengenai ekonomi dan keuangan syariah, pengelolaan zakat dan wakaf, keuangan komersial syariah, hingga teknik produksi konten digital yang kreatif dan berdampak.
ToT ini mengusung tema “From Scroll to Impact: Mengubah Konten Digital Menjadi Gerakan Ekonomi Syariah”, yang merefleksikan semangat untuk mengubah aktivitas digital sehari-hari menjadi gerakan edukasi dan literasi ekonomi syariah yang mampu menjangkau masyarakat luas, khususnya generasi muda.
Sementara itu, ToT Dai dan Daiyah diselenggarakan untuk memperkuat kapasitas para pendakwah dalam menyampaikan materi ekonomi dan keuangan syariah secara komprehensif, sehingga dapat menjadi agen perubahan yang mendorong pengembangan ekonomi umat melalui pendekatan dakwah yang relevan dan aplikatif.
Pada saat yang bersamaan, Bank Indonesia juga menyelenggarakan Sertifikasi Nazhir Wakaf sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pengelola wakaf dalam mendukung optimalisasi pemanfaatan aset wakaf secara produktif dan berkelanjutan.
Berbagai kegiatan tersebut menghadirkan narasumber yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya, yang berasal dari regulator, praktisi, akademisi, lembaga zakat dan wakaf, serta kreator konten nasional, sehingga diharapkan mampu memperkaya wawasan dan meningkatkan kapasitas para peserta. (hms/smr)





