Kemendikdasmen Hadirkan Pentas Pelajar 2026 untuk Ajang Kreativitas dan Semangat Rukun Sama Teman

Kemendikdasmen menggelar Pentas Pelajar 2026 sebagai ruang ekspresi kreativitas, bakat, dan karya pelajar Indonesia.

Kemendikdasmen menggelar Pentas Pelajar 2026 sebagai ruang ekspresi kreativitas, bakat, dan karya pelajar Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah bagi murid untuk menampilkan potensi terbaiknya melalui seni, budaya, dan karya kreatif yang sarat nilai kebersamaan dan persahabatan.

Semarak.co – Pentas Pelajar 2026 menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari Festival Band Pelajar, pemutaran film pendek dan lokakarya, demo komik digital, jajanan pasar, hingga berbagai aktivitas interaktif lainnya.

Bacaan Lainnya

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengapresiasi kreativitas para pelajar yang tampil dalam festival tersebut. Dia hadir langsung sebagai juri dan menilai para finalis yang membawakan aransemen baru terhadap lagu “Rukun Sama Teman”.

“Poin penting yang menunjukkan kreativitas itu harus melampaui, dan kalian berani keluar dari genre musik aslinya. Itu luar biasa,” ujar Mendikdasmen, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Minggu (24/5/2026).

Lagu “Rukun Sama Teman” menjadi media yang menyebarkan nilai empati, kerukunan, dan persahabatan di kalangan generasi muda. Melalui gerakan ini, para pelajar diajak membangun solidaritas, semangat kebersamaan, dan budaya saling menghargai di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, keberanian para pelajar dalam mengaransemen ulang lagu menunjukkan potensi seni dan kreativitas generasi muda Indonesia yang terus berkembang. “Sebuah kreativitas yang sangat berani. Menurut saya ini contoh bagaimana anak-anak Indonesia punya potensi seni yang hebat,” lanjutnya.

Pada kompetisi tersebut, juara pertama diraih oleh SMK Negeri 10 Bandung, juara kedua oleh SMA Negeri 4 Denpasar, dan juara ketiga oleh SMA Negeri 1 Pangkalan Bun.

Perwakilan SMK Negeri 10 Bandung, Leonel, menjelaskan bahwa kelompoknya berupaya menghadirkan aransemen yang tidak hanya menarik secara musikal, tetapi juga mampu menyampaikan pesan lagu secara kuat kepada pendengar.

“Dari liriknya kami ingin menekankan bahwa lagu ini bukan hanya untuk dinyanyikan saja, tetapi juga dihayati dan kemudian dilakukan oleh para pendengar. Hal itu bisa dikemas dengan musik yang gembira, riang, bertempo cepat. Jadi pendengar bisa lebih menghayati dan mengekspresikan semangat dari gerakan Rukun Sama Teman,” jelas Leonel.

Sementara itu, Bulan dari SMA Negeri 4 Denpasar mengungkapkan bahwa kelompoknya memilih aransemen pop-jazz karena ingin mengeksplorasi pendekatan baru dalam membawakan lagu tersebut.

“Kami suka sekali mengeksplorasi sesuatu yang baru. Kebetulan kami senang dengan lagu Rukun Sama Teman, jadi kami pikir kalau dibawakan dengan gaya seperti itu juga akan bagus,” ungkapnya.

Gebyar Lomba dan Talenta Siswa 2026 Wujudkan Pembelajaran Bermakna dan Menggembirakan

Perlombaan dan ajang talenta merupakan bagian penting dari pembelajaran bermakna (meaningful learning) yang memberi ruang bagi peserta didik untuk belajar dari pengalaman nyata, disiplin, serta kerja sama tim.

Pengalaman tersebut diyakini akan membekas lebih lama dibandingkan sekadar hafalan di ruang kelas. Semangat itulah yang melandasi penyelenggaraan Gebyar Lomba dan Talenta Siswa Tahun 2026 sebagai implementasi Pedagogical Infrastructure.

Pedagogical infrastructure atau infrastruktur pedagogik dimaknai sebagai bentuk penguatan kualitas pembelajaran melalui penguatan kompetensi guru, pembelajaran yang lebih bermakna dan menggembirakan bagi murid, serta digitalisasi pendidikan. Adapun peningkatan kompetensi guru diwujudkan melalui berbagai macam pelatihan.

Gebyar Lomba dan Talenta Siswa jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) menjadi wadah aktualisasi prestasi non-akademik peserta didik. Kegiatan ini mengusung tema “Bergerak Bersama Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian penting dari pendidikan yang utuh dan menyenangkan.

“Suasana lomba yang meriah dan penuh semangat adalah wujud joyful learning. Anak-anak belajar dengan bahagia, tanpa tekanan dan ketakutan. Ini sejalan dengan prinsip deep learning yang kami terapkan,” ujar Mendikdasmen di Benteng Stadium, Kota Tangerang, Sabtu (9/5).

Ia pun memberikan semangat kepada seluruh peserta lomba agar tampil percaya diri dan menjunjung sportivitas. “Selamat kepada para peserta yang terpilih dan mewakili sekolahnya masing-masing. Selamat menampilkan performa terbaik. Kalian semua adalah juara,” ucapnya.

Gubernur Banten, Andra Soni, menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari penguasaan kompetensi akademik seperti Tes Kompetensi Akademik (TKA), tetapi juga dari kemampuan peserta didik dalam mengaktualisasikan minat, bakat, dan potensinya sebagai talenta unggul bangsa.

“Saya meyakini, anak-anak dengan segala potensinya memiliki keistimewaan. Kegiatan hari ini menjadi ruang aktualisasi seluruh peserta didik untuk menghidupkan potensi terbaik,” ujarnya.

Andra meminta peserta terus mengembangkan kemampuan diri dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan karakter. “Kepada seluruh murid, selamat mengikuti Gebyar Lomba dan Talenta. Tunjukkan kemampuan terbaik, junjung sportivitas, dan jadilah generasi yang unggul dalam prestasi, kuat dalam karakter,” pesannya. (hms/smr)

Pos terkait