SDN Kajuanak 4 Dapat Program Revitalisasi Sekolah, Paskibra Hardiknas 2026 Jadi Cermin Semangat Pendidikan Bermutu untuk Semua

Mendikdasmen Abdul Mu'ti (kanan) membalas hormat kepada komandan upacara Paskibra dalam latihan upacara Hardiknas 2 Mei 2026. Foto; humas Kemendikdasmen

Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 setiap 2 Mei 2026, suasana semangat dan kebersamaan terasa di halaman kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kawasan Soedirman, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (30/4/2026).

semarak.co – Di tengah padatnya agenda, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyempatkan hadir meninjau latihan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang akan bertugas pada upacara Hardiknas hari ini 2 Mei 2026.

Bacaan Lainnya

Sejumlah murid yang mengikuti latihan Paskibra merupakan penerima Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM), program bantuan pendidikan dari Kemendikdasmen melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik).

Program ini memberikan kesempatan bagi peserta didik lulusan SMP/MTs sederajat dari Papua, daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), dan anak pekerja migran (Repatriasi) untuk memperoleh akses pendidikan menengah yang lebih luas dan berkualitas.

Mendikdasmen Mu’ti menyapa para murid satu per satu, berbincang ringan, sekaligus memberi semangat kepada mereka yang telah menjalani proses seleksi dan latihan selama beberapa hari terakhir. Melihat anak-anak dari berbagai daerah berkumpul di sini adalah gambaran nyata semangat Indonesia.

“Mereka datang dengan latar belakang yang berbeda, tetapi dipersatukan oleh cita-cita yang sama, yaitu belajar, berkembang, dan memberikan yang terbaik untuk bangsa,” ujar Mendikdasmen Mu’ti dirilis humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Jumat sore (1/5/2026).

Hardiknas tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi momentum untuk mengingat bahwa pendidikan harus membuka kesempatan bagi seluruh anak-anak Indonesia tanpa terkecuali. “Di balik latihan Paskibra ini ada mimpi-mimpi besar anak Indonesia,” imbuh Mendikdasmen Mu’ti.

Ditambahkan Mendikdasmen Mu’ti, “Ada semangat untuk maju, ada harapan dari keluarga dan daerah asal mereka. Tugas kita bersama memastikan pendidikan yang bermutu bisa dirasakan seluruh anak Indonesia, di mana pun mereka berada.”

Barisan pelajar dari berbagai daerah tampak berlatih dengan penuh disiplin. Mereka datang membawa cerita, perjuangan, dan harapan dari daerah masing-masing, mulai dari Papua, Mentawai, hingga anak-anak Indonesia yang sebelumnya bersekolah di Sabah, Malaysia.

Salah satu peserta Paskibra yang bernama Abbel Christboy Juserial Jufuway, siswa kelas XI asal Kota Jayapura, Papua, yang kini bersekolah di SMAN Krida Nusantara, Kota Serang, Banten melalui program ADEM, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari upacara Hardiknas tahun ini.

“Saya merasa bangga karena bisa mewakili teman-teman pelajar dari seluruh Indonesia. Hari Pendidikan Nasional bagi saya sangat berarti, apalagi saya dipercaya menjadi salah satu petugas upacara,” ujar Abbel dirilis humas Kemendikdasmen.

Cerita serupa datang dari siswi SMA Negeri 3 Padang asal Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Dea Novita Saule bahwa Hardiknas menjadi pengingat atas perjuangan panjang menghadirkan pendidikan yang merata bagi seluruh anak bangsa.

“Hari Pendidikan Nasional mengingatkan kita tentang perjuangan para pendahulu agar anak-anak Indonesia, termasuk yang ada di pelosok, bisa mendapatkan pendidikan secara merata,” tutur Dea pula.

Tak hanya itu, Dea berharap kualitas pendidikan Indonesia terus meningkat, baik dari sisi fasilitas maupun program yang mendukung peserta didik. “Semoga pendidikan di Indonesia semakin terus berkembang dan semakin banyak lagi program yang membantu anak-anak Indonesia yang berada pada wilayah 3T agar bisa maju,” ujarnya.

Sementara siswi SMA Binaul Ummah, Kuningan, Jawa Barat, Nani Asmira, yang sebelumnya menempuh pendidikan di Community Learning Center (CLC) Sabah, Malaysia, mengatakan bahwa kesempatan mengikuti pendidikan di Indonesia melalui program ADEM menjadi pengalaman yang sangat berarti.

“Sekolah Indonesia di Malaysia masih terbatas, sehingga kami diberi kesempatan untuk belajar di Indonesia dengan fasilitas yang lebih baik. Saya bersyukur bisa mendapatkan kesempatan ini,” ungkap Nani.

Nani menyampaikan Hardiknas juga menjadi pengingat atas perjuangan menghadirkan akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat. “Berkat perjuangan Bapak Ki Hadjar Dewantara, pendidikan sekarang bisa dinikmati lebih luas. Semoga pendidikan di Indonesia terus berkembang dan fasilitas di daerah-daerah juga semakin baik,” ungkapnya.

SDN Kajuanak 4 Mendapat Program Revitalisasi Sekolah

Di bagian lain dirilis humas Kemendikdasmen sebelumnya, Jumat siang (1/5/2026), melaporkan di bulan Pendidikan Nasional ini, rasa syukur dan haru terasa di SD Negeri Kajuanak 4, Bangkalan, Jawa Timur, saat mengetahui bahwa sekolah tersebut akan menerima program revitalisasi tahun 2026.

“Terima kasih Bapak sudah hadir ke lembaga kami. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi kami semua agar bisa menjadi guru yang dibanggakan dan membawa murid kami  menjadi anak didik yang hebat,” tutur Kepala SD Negeri Kajuanak 4, Ningsih saat menyambut Mendikdasmen Mu’ti, Jumat (1/5).

Sebagai bentuk dimulainya pembangunan, Mendikdasmen melakukan peletakan batu pertama di lokasi sekolah yang berada di wilayah pelosok tersebut. Mendikdasmen Mu’ti menekankan, akses pendidikan yang berkualitas di wilayah terpencil merupakan prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Ini menunjukkan bagaimana pemerintah, khususnya Bapak Presiden Prabowo berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik, salah satunya melalui pembangunan sarana dan prasarana,” tegas Mendikdasmen Mu’ti di sela peninjauan tadi.

SD Negeri Kajuanak 4 sebelumnya berada dalam kondisi yang memprihatinkan hingga gedungnya tidak lagi layak pakai dan akhirnya ambruk. Selama masa sulit tersebut, kegiatan belajar mengajar harus menumpang di rumah-rumah warga sekitar.

Meski berada dalam keterbatasan, semangat belajar tidak padam. Sebanyak 14 murid SD kelas 6 dilaporkan tetap melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di perpustakaan. Guna mengatasi hal tersebut, Kemendikdasmen akan menyalurkan bantuan program revitalisasi tahun 2026

Yang mencakup rehabilitasi dua ruang kelas, satu ruang administrasi, pembangunan dua ruang kelas baru (RKB), serta penyediaan paket toilet, dan ruang UKS. Mendikdasmen Mu’ti mendorong agar proses pembangunan ini dilakukan secara swakelola.

Yaitu dengan melibatkan masyarakat desa setempat untuk membuka lapangan pekerjaan bagi warga. Dengan skema ini, Abdul Mu’ti memperkirakan pembangunan dapat rampung dalam waktu empat hingga 6 bulan agar pada Oktober 2026, para murid sudah memiliki sekolah yang layak.

“Satu minggu setelah bimbingan teknis di Jakarta untuk kepala sekolah, insya Allah dana akan cair dan pembangunan mulai berjalan. Saya mengajak masyarakat tetap bergotong royong agar prosesnya lebih cepat sehingga sekolah segera dibuka kembali,” imbuh Mendikdasmen Mu’ti.

Menutup kunjungannya, Mendikdasmen Mu’ti kemudian memberikan apresiasi kepada warga desa yang telah tulus menyediakan rumah sebagai ruang kelas sementara. “Kami sangat bangga dan tertolong dengan antusiasme warga desa yang dengan rela menyediakan rumahnya untuk ruang kelas,” pujinya.

Mendikdasmen Mu’ti juga menyerahkan bantuan pemerintah untuk mendukung kegiatan operasional sekolah selama masa transisi seraya berharap wajah baru SD Negeri Kajuanak 4 nantinya menjadi tempat nyaman dan asri bagi pertumbuhan karakter anak-anak Indonesia. (hms/smr)

Pos terkait