Tragedi Gedung Putih: Trump Sebut Petugas Keamanan ditembak dalam Makan Malam

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, seorang petugas ditembak dalam insiden di White House Correspondents’ Dinner di Washington. “Seorang petugas ditembak, tetapi diselamatkan karena ia mengenakan rompi anti peluru yang sangat bagus,” ujar Trump, dikutip dari Anadolu, Senin 27/4/2026.

Semarak.co “Ia ditembak dari jarak yang sangat dekat dengan senjata yang sangat kuat, dan rompi itu berhasil melindunginya. Saya baru saja berbicara dengan petugas itu, dan dia baik-baik saja. Dia dalam kondisi prima,” kata Trump dalam konferensi pers.

Bacaan Lainnya

Pernyataan itu disampaikan setelah presiden dan ibu negara, Melania Trump, dievakuasi dari acara tahunan di Washington Hilton setelah insiden terkait keamanan. Presiden mengatakan insiden itu menyoroti kebutuhan akan ruang ballroom Gedung Putih.

Ruang ballroom yang saat ini sedang dibangun, yang menurut Trump akan lebih siap untuk menyelenggarakan acara-acara dengan keamanan tinggi. “Ini bukan bangunan yang sangat aman, dan saya tidak ingin mengatakan ini,” ucap Trump.

“Tetapi inilah mengapa kita harus memiliki semua atribut yang kita rencanakan di Gedung Putih. Ini sebenarnya ruangan yang lebih besar, dan jauh lebih aman. Tahan terhadap drone, kacanya anti peluru. Kita membutuhkan ballroom itu,” tuturnya.

“Itulah mengapa Dinas Rahasia, itulah mengapa militer menuntutnya,” kata Trump. Ia mengatakan tersangka “dipersenjatai dengan beberapa senjata. “Saya kira dia tinggal di California dan dia orang yang sakit jiwa, orang yang sangat sakit jiwa.”

Dakwaan kepada si penembak segera diajukan. Laporan media mengatakan tersangka diidentifikasi sebagai Cole Thomas Allen, 31 tahun. Ia berada dalam tahanan. “Kesan saya adalah dia adalah penyerang tunggal,” kata Trump, seperti dilansir Metrotvnews.com dari Anadolu (27/4/2026).

Pejabat Jaksa Agung Todd Blanche, di pihak lain, mengatakan penyelidikan “sedang berlangsung.” “Saya berharap Anda akan segera melihat dakwaan diajukan. Tuduhan seharusnya sudah jelas, mengingat perilakunya, tetapi seperti yang akan Anda dengar,” katanya.

“Akan ada banyak tuduhan terkait penembakan, kepemilikan senjata api, dan hal lain yang dapat kami temukan pada orang ini,” kata Blanche. Direktur FBI Kash Patel mengatakan biro tersebut akan “secara menyeluruh” memeriksa latar belakang tersangka.

“Proses itu sudah dimulai kami akan segera menganalisis semua bukti untuk memastikan bahwa kami melindungi negara ini,” kata Patel kepada wartawan. “Kurasa begitu,” jawab Trump ketika ditanya apakah dia percaya bahwa dialah target penembakan tersebut.

Ketika ditanya apakah tragedi penembakan itu mungkin terkait dengan perang Iran (perang AS-Israel melawan Iran yang dimulai sejak April 2026) Donald Trump berkata bahwa, “Saya rasa tidak. Tapi Anda tidak pernah tahu.”

Terobos Pemeriksaan

Dalam konferensi pers terpisah, Wali Kota DC Muriel Bowser mengatakan pelaku penembakan menerobos pos pemeriksaan Secret Service di lobi hotel. “Agen Secret Service menghentikan tersangka. Seorang petugas terluka dan dibawa ke rumah sakit setempat, di mana petugas tersebut sedang dirawat,” kata Bowser.

Usai kejadian Gedung Putih itu, tersangka juga dibawa ke rumah sakit untuk dievaluasi, tambahnya. “Saat ini kami tidak memiliki alasan untuk percaya bahwa ada orang lain yang terlibat,” kata Wali Kota Bowser di Washington.

Jeff Carroll, kepala polisi sementara Departemen Kepolisian Metropolitan, mengatakan tersangka bersenjata senapan, pistol dan beberapa pisau. Menurut informasi awal, Carroll mengatakan dia adalah tamu di hotel tersebut.

Petugas mengatakan dia tidak dapat memberikan motif atas tindakan tersangka “pada saat ini.” Jaksa Distrik Columbia Jeanine Pirro, tersangka didakwa dengan dua tuduhan. “Terdakwa akan dihadapkan ke pengadilan pada Senin di pengadilan distrik federal,” tambah Pirro. (net/mtnc/a/kim/smr)

Pos terkait