Lebanon Membara, Israel Mengebom Kawasan Al-Janah, Hizbullah Balas dengan Kawanan Drone

Beirut Membara, Israel mengebom kawasan Al-Janah. Sementara milisi Hizbullah membalas pengemboman Zionis Israel dengan kawanan drone.
Serangan udara Israel menargetkan sebuah bangunan di pinggiran selatan Beirut, Lebanon.

Semarak.co – Ledakan dahsyat mengguncang ibu kota Lebanon, Beirut, sesaat setelah tengah malam tadi. Angkatan Udara Israel meluncurkan sedikitnya lima rudal ke kawasan Al-Janah, sebuah wilayah yang berada di luar pinggiran selatan (Dahiyeh).

Serangan ini menandakan bahwa militer Israel kini telah menghalalkan seluruh wilayah Beirut sebagai zona target operasi mereka. Militer Israel mengklaim serangan tersebut menargetkan seorang komandan senior Hizbullah dan satu anggota lainnya.

Sementara itu, Hizbullah membalas dengan meluncurkan kawanan drone penyerang ke berbagai wilayah di Israel utara. Koresponden Al Jazeera, seperti dilansir Arrahmah.id (1/4/2026), melaporkan, serangan ke Al-Janah dan daerah Khaldeh (jalan pantai selatan Beirut) menunjukkan perluasan radius serangan Israel.

Perluasan yang kini menyentuh area sipil dan diplomatik di pusat kota. Hizbullah mengonfirmasi terlibat bentrokan jarak dekat menggunakan senjata ringan, menengah dan artileri melawan pasukan darat Israel di kota Shama, Lebanon Selatan.

Militer Israel mengakui 4 tentara tewas, termasuk seorang perwira dari Brigade Nahal, dalam pertempuran sengit di Lebanon Selatan pada Selasa (31/3/2026), sementara Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat 21 orang tewas dan 70 luka-luka dalam serangan 24 jam terakhir.

Total korban tewas sejak perang pecah sebulan lalu telah mencapai sebesar 1.268 jiwa. Eskalasi ini merupakan bagian dari “perang besar” yang dipicu oleh beberapa peristiwa kunci di awal bulan Maret 2026 dimana serangan serupa terjadi.

Serangan oleh kelompok milisi Lebanon, Hizbullah pada tanggal 2 Maret 2026 ditunjukkan sebagai respons atas serangan berkelanjutan Israel terhadap Lebanon meskipun ada kesepakatan damai sejak bulan November tahun 2024 lalu.

Ketegangan tersebut memuncak setelah dipicu oleh pembunuhan mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang membuat milisi Hizbullah (sekutu utama Iran) melancarkan serangan balasan besar-besaran.

Sejak awal bulan Maret 2026, Zionis Israel memulai agresi baru yang mencakup serangan udara masif dan infiltrasi darat ke wilayah Lebanon. Langkah Israel mengebom kawasan Al-Janah di pusat Beirut adalah pesan bahwa aturan main lama telah berakhir.

Dengan hancurnya komando pusat Iran pasca kematian Ayatollah Ali Khamenei bulan lalu, Hizbullah kini tampak bergerak dengan otonomi penuh, yang justru membuat pola serangan mereka menjadi lebih sulit diprediksi oleh intelijen Israel. (net/aid/alz/kim/smr)