Israel Gerebek 15 Wilayah Tepi Barat, Sekitar 70 Warga Palestina ditahan

Pasukan militer Zionis Israel memerluas penguasaannya yang hegemonik dengan operasi militer yang sangat massif di Tepi Barat, Palestina, yang didudukinya dengan menggerebek sedikitnya 15 wilayah dan menahan sekitar 70 warga Palestina.

Semarak.co – Operasi militer tersebut berlangsung setelah serangan di wilayah Hebron yang menewaskan dua tentara Zionis Israel, sementara pembatasan pergerakan dan penggusuran warga telah memicu kekhawatiran kemanusiaan.

Menurut laporan Al Jazeera, kantor berita Inggris, Reuters dan kantor berita WAFA (25/10/2026) operasi militer pada Sabtu menyasar sedikitnya 15 kota dan desa, termasuk Nablus, Jenin, Tubas serta Qalqilya, sementara penggerebekan juga dilaporkan di Jericho, wilayah pendudukan Palestina.

Perhimpunan Tahanan Palestina menyatakan sekitar 70 orang ditahan sejak Jumat hingga Sabtu. Sebagian dilaporkan kemudian dibebaskan, sedangkan lainnya masih menjalani pemeriksaan lapangan oleh pasukan Israel hingga kini, menurut kelompok tersebut.

Operasi militer serampangan itu menyusul serangan bersenjata di dekat Hebron yang menewaskan dua tentara Israel. Militer Israel menyatakan dua warga Palestina yang diduga terlibat dalam serangan itu juga tewas dalam insiden tersebut.

Penutupan Wilayah dan Pembatasan Aktivitas Warga

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu kemudian memerintahkan penutupan penuh Tepi Barat. Penutupan pos pemeriksaan dan jalan membatasi perjalanan warga, termasuk akses menuju pekerjaan, sekolah serta layanan kesehatan sehari-hari bagi warga setempat.

Di Hebron, otoritas setempat melaporkan keluarga-keluarga terpaksa meninggalkan rumah setelah perintah evakuasi dan penghancuran bangunan. Reuters melaporkan sekitar 1.200 warga telah mengungsi, sementara sekitar 1.300 lainnya berisiko kehilangan tempat tinggal.

Otoritas Palestina mengecam tindakan tersebut sebagai hukuman kolektif dan meminta masyarakat internasional turun tangan. Israel menyatakan operasi bertujuan mencari militan dan senjata setelah serangan mematikan terhadap tentaranya di dekat Hebron.

Pembatasan dan penggerebekan memperburuk kekhawatiran warga mengenai keselamatan, tempat tinggal, serta akses kebutuhan dasar. Situasi di Tepi Barat tetap berkembang, sehingga angka penahanan dan pengungsian dapat berubah mengikuti laporan terbaru. (net/alz/rts/wafa/kim/smr)