5 Bendungan Diresmikan Presiden Prabowo, Menteri PU Dody Optimalkan Jaringan Irigasi sampai ke Sawah

Presiden Prabowo meresmikan lima bendungan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7).

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat dukungan terhadap program swasembada pangan nasional melalui optimalisasi pemanfaatan lima bendungan yang diresmikan Presiden Prabowo di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7).

Semarak.co – Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pembangunan bendungan merupakan investasi jangka panjang yang menjadi fondasi penting bagi pembangunan bangsa sekaligus mendukung peningkatan produksi pangan nasional.

Bacaan Lainnya

“Lima bendungan yang kita resmikan hari ini adalah investasi negara dengan nilai sekitar Rp9,79 triliun. Menteri Pertanian melaporkan kepada saya bahwa dengan teknologi dan benih terbaik, lima bendungan ini akan mampu menghasilkan sekitar satu juta ton beras,” kata Prabowo, dirilis humas PU melalui WAGroup Jurnalis PU608, Jumat malam (10/7/2026)

Lima bendungan yang diresmikan meliputi Bendungan Rukoh dan Bendungan Keureuto di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, Bendungan Sidan di Bali, serta Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat. Kelima bendungan tersebut dibangun pada periode 2015–2025 sebagai upaya memperkuat ketahanan air sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan bendungan tidak berhenti pada selesainya konstruksi. Kementerian PU berkomitmen memastikan setiap bendungan berfungsi optimal melalui pembangunan jaringan irigasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan maksimal.

“Dalam mendukung ketahanan pangan, lima bendungan ini memberikan manfaat layanan irigasi seluas kurang lebih 39.540 hektare yang ditunjang oleh total jaringan irigasi sepanjang 279,98 kilometer,” kata Menteri Dody.

Hingga saat ini, jaringan irigasi yang telah beroperasi pada lima bendungan tersebut telah melayani total 15.241 hektare lahan pertanian, terdiri atas 494 hektare pada Bendungan Meninting, 806 hektare pada Bendungan Jlantah, 9.598 hektare pada Bendungan Sidan, dan 4.343 hektare pada Bendungan Keureuto.

Secara bertahap, kelima bendungan tersebut akan didukung oleh pembangunan jaringan irigasi tambahan yang akan melayani 24.299 hektare lahan pertanian, meliputi 1.065 hektare di Bendungan Meninting, 688 hektare di Bendungan Jlantah, 10.352 hektare di Bendungan Keureuto, dan 12.194 hektare di Bendungan Rukoh.

Dengan penyelesaian jaringan irigasi tersebut, seluruh potensi layanan irigasi seluas 39.540 hektare diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung peningkatan produksi pangan nasional.

“Pekerjaan bendungan telah selesai dan mulai memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun tugas Kementerian PU belum berhenti di sini. Kami terus membangun jaringan irigasi agar air benar-benar sampai ke lahan pertanian sesuai arahan Bapak Presiden,” jelas Menteri Dody.

Bendungan Meninting Dukung Para Petani di Lombok Barat

Untuk Bendungan Meninting yang menjadi lokasi peresmian di Kabupaten Lombok Barat, NTB, telah bermanfaat dalam mengurangi konflik horizontal terkait air.

“Khusus untuk bendungan Meninting ini sendiri, bendungan ini telah bisa mengurangi konflik horizontal yang selama ini sebelum bendungan ini ada selalu terjadi antara para petani dari Lombok Barat khususnya karena mereka selalu berebut air manakala musim tanam tiba,” kata Menteri Dody.

Menteri Dody juga menjelaskan terkait manfaat Bendungan Meninting yang dapat meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Bendungan ini yang mampu menampung sampai dengan 10 juta meter kubik, dapat dimanfaatkan sepanjang tahun.

“Dan sawah yang tadinya bergantung pada tadah hujan menjadi sawah yang kita bisa airi dari bendungan seluas 1.600 hektare dengan jaringan irigasi kurang lebih 26 km. Dulu sebelum ada Bendungan Meninting hanya bisa satu kali tanam. Saat ini sudah bisa menjadi tiga kali musim tanam,” tandas Dody. (hms/smr)

Pos terkait