Empat tahun berjalan sejak diluncurkan Desember 2018, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) kembali melaksanakan wisuda Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-Cita (Sekoper Cinta) pada Selasa (27/12/2022).
semarak.co-Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan program Sekoper Cinta merupakan salah satu wujud semangat Hari Ibu dalam memajukan potensi bangsa Indonesia. Program Sekoper Cinta dari tahun ke tahun telah terbukti membawa dampak positif bagi perempuan-perempuan di Jabar.
“Tidak hanya membekali perempuan dengan pengetahuan dan keterampilan, tetapi program ini juga telah membantu perempuan mengaktualisasikan dirinya, bahkan meningkatkan kualitas hidupnya,” ujar Menteri PPPA Bintang dalam Wisuda Sekoper Cinta Tahun 2022 secara daring dari Jakarta.
Menurut Menteri PPPA Bintang, program Sekoper Cinta merupakan wadah bagi para perempuan untuk saling berjejaring, berbagi, dan menginspirasi sehingga dapat berdaya dan memberdayakan satu sama lain, serta mencapai kemajuan.
“Wisuda ini bukanlah akhir, melainkan awal bagi perjuangan ibu-ibu sekalian dalam melanjutkan semangat para pejuang perempuan di masa lalu,” terang Menteri Bintang dirilis humas Kementerian PPPA usai acara melalui akun facebook Kementerian PPPA tertanggal Rabu (28/12/2022) dikutip redaksi semarak.co, Kamis (29/12/2022).
Ibu-ibu sekalian selaku agen-agen pemberdayaan perempuan, kata Menteri Bintang, diharapkan menggunakan ilmu yang sudah didapatkan untuk memberdayakan lebih banyak lagi perempuan Indonesia. “Bersama-sama, kita teruskan perjuangan para perempuan pendahulu untuk mencapai kesetaraan yang seutuhnya,” tuturnya.
Ketua Umum Sekoper Cinta Atalia Praratya Ridwan Kamil mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui program Sekoper Cinta bertekad memunculkan growth mindset bagi para perempuan agar bertumbuh dan berdaya; berprestasi dan berpegang pada asas berbudi pekerti luhur yang berakhlakul kharimah sebagai penggerak perekonomian dan pribadi yang tangguh.
Pada 2022, kata Atalia, sebanyak 29.800 orang perempuan menyelesaikan pembelajaran dasar dan tematik, serta 1.317 orang perempuan telah menyelesaikan pembelajaran vokasional. “etika perempuan ingin berdaya, apapun bentuknya, harus terlebih dahulu mendapatkan pembekalan dalam bentuk pengetahuan, setelah itu keterampilan
“Jadi, kita harus mampu mengubah perempuan dari mulai kognisinya, afeksinya, maupun psikomotoriknya. Bagaimana perempuan dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mau menjadi mau, dan dari tidak bisa menjadi bisa,” ujar Atalia.
Atalia menerangkan wisuda Sekoper Cinta bertujuan untuk menguatkan komitmen bersama seluruh stakeholder, baik pemerintah, nonpemerintah, media, dan dunia usaha sebagai upaya meningkatkan program pemberdayaan perempuan di Jawa Barat ke depannya.
“Terima kasih kepada semua pihak, khususnya kepala daerah dari 27 kota/kabupaten, stakeholder, dan sponsor. Semuanya memiliki komitmen penuh untuk mendukung program pemberdayaan perempuan melalui pengetahuan,” ucap istri dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil.
“Ini sebuah kebanggaan bagi kita yang ke depannya harus kita kembangkan dan sempurnakan terkait dengan jejaringnya agar semakin banyak perempuan yang bisa menerima manfaat dari pembelajaran ini,” demikian Atalia diakhir rilis humas Kementerian PPPA. (smr)





