Direktur Finance, Strategy & Treasury Mandiri Syariah Ade Cahyo Nugroho (kedua dari kiri pegang dokumen perjanjian) dengan Pimpinan Divisi Perencanaan Dan Strategis PT Bank Aceh Syariah Amal Hasan, dan Direktur Bisnis & Syariah PT BPD Kaltim Kaltara Hairruzaman serta Direktur Keuangan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Tjatur H Proyono. Foto: Humas Mandiri Syariah

PT Bank Syariah Mandiri (BSM) atau Mandiri Syariah menandatangani Perjanjian Jasa Kustodian dengan PT Bank Aceh Syariah senilai Rp500 miliar dan dengan PT BPD Kaltim Kaltara senilai Rp200 miliar, di sela acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2019).

Perjanjian ini dilakukan Direktur Finance, Strategy & Treasury Mandiri Syariah Ade Cahyo Nugroho dengan Pimpinan Divisi Perencanaan Dan Strategis PT Bank Aceh Syariah Amal Hasan, dan Direktur Bisnis & Syariah PT BPD Kaltim Kaltara Hairruzaman serta Direktur Keuangan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Tjatur H Proyono.

Mandiri Syariah merupakan bank umum syariah buku 3 pertama yang menyediakan layanan Kustodian dan Wali Amanat sesuai tata kelola syariah. Wali Amanat merupakan layanan jasa yang diberikan Mandiri Syariah untuk mewakili Pemegang Sukuk dalam melakukan pemantauan pemenuhan hak dan kewajiban Penerbit berdasarkan Perjanjian Penerbitan Sukuk.

Direktur Finance Strategy & Treasury Mandiri Syariah Ade Cahyo Nugroho menyampaikan, setiap tahun Mandiri Syariah turut menyemarakkan ISEF yang digagas Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dan Bank Indonesia (BI). ISEF 2019 sendiri berlangsung dari Rabu-Minggu (13-17/11/2019).

“Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, tentunya kami berkomitmen untuk berperan aktif dalam pengembangan keuangan syariah di Indonesia termasuk penyediaan Jasa Layanan Kustodian dan Wali Amanat,” jelas Ade dalam rilis Humas Mandiri Syariah, Kamis (14/11/2019).

Sementara itu Pimpinan Divisi Perencanaan Dan Strategis PT Bank Aceh Syariah Amal Hasan menyatakan sejalan dengan persiapan penerapan peraturan Qanun No. 11 Tahun 2018.

Itu tentang Lembaga Keuangan Syariah yang diberlakukan menyeluruh di Provinsi Aceh, Bank Aceh telah menyesuaikan diri melakukan seluruh tata kelola perusahaan menggunakan prinsip syariah sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sebelum adanya Bank Umum Syariah yang memiliki layanan Kustodian, kami sangat kesulitan dalam pengelolaan dan pengadministrasian surat berharga serta produk treasury lainnya. Dengan adanya layanan Kustodian di Mandiri Syariah sekarang sangat terbantu dalam melaksanakan tata kelola sesuai prinsip syariah,” kata Amal Hasan.

Senada dengan pernyataan Amal Hasan, Direktur Bisnis dan Syariah PT BPD Kaltim Kaltara Hairruzaman juga menyampaikan bahwa untuk kaffah-nya layanan bank syariah, sudah seharusnya lembaga keuangan syariah menyimpan efeknya di Kustodian Bank Umum Syariah.

“Selain lebih syar’i pengadministrasiannya, Manajemen Kaltim Kaltara juga berharap dapat turut berperan aktif dalam memajukan industri keuangan syariah di Indonesia,” ungkap Amal.

Selain penandatanganan Perjanjian Jasa Kustodian, pada waktu bersamaan dilakukan juga penandatanganan Addendum II Perjanjian Penerbitan Dan Penunjukkan Sukuk Mudharabah III Tahun 2019 senilai Rp 100 miliar, yang merupakan kelanjutan dari penerbitan Sukuk Mudharabah III  PNM Tahun 2019 dari rencana penerbitan Sukuk PNM sebesar 2 triliun.

Direktur Keuangan PNM Tjatur H. Priyono mengatakan, penerbitan Sukuk ini akan digunakan untuk tambahan modal kerja pembiayaan syariah PNM, baik melalui PNM Mekaar maupun PNM ULaMM yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Semoga layanan Jasa Kustodian dan Wali Amanat berdasarkan prinsip syariah kami ini, menjadi kontribusi Mandiri Syariah dalam pengembangan ekosistem keuangan syariah di Indonesia, khususnya Pasar Modal Syariah” tutup Ade Cahyo Nugroho. (lin)

LEAVE A REPLY