Deputi Komisioner Bidang Internasional dan Riset Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Imansyah (kedua kiri) menyampaikan paparan bersama Kepala Bidang Energi Kementerian Lingkungan Hidup Fitri Harwati (kiri), Direktur Trisakti Sustainability Center Universitas Trisakti Juniati Gunawan (kedua kanan), Sustainable Finance Senior Officer WWF Indonesia Mariska Adeline Sukmajaya (kanan), dan Staf Ahli Direksi Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) sekaligus moderator Mulya Effendi Siregar (tengah) pada acara Sustainable Finance Awareness yang diselenggarakan CIMB Niaga di Jakarta, Selasa (7/5). Foto: humas CIMB Niaga

PT Bank CIMB Niaga (CIMB Niaga) mendukung upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menerapkan keuangan berkelanjutan pada industri jasa keuangan, termasuk perbankan. Salah satunya melalui acara Sustainable Finance Awareness di kawasan Soedirman, Jakarta Selatan, Selasa pagi (7/5).

Acara ini menghadirkan pembicara dari OJK, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, dan praktisi-praktisi di bidang keuangan berkelanjutan.

Direktur Compliance, Corporate Affairs and Legal CIMB Niaga Fransiska Oei mengatakan, upaya yang dilakukan CIMB Niaga antara lain, terus meningkatkan kapasitas para leaders dan mitranya agar dapat menerapkan keuangan berkelanjutan dalam kegiatan usahanya.

Sustainability merupakan isu penting yang harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, CIMB Niaga mengajak semua pihak, termasuk nasabah dan para mitra, untuk aktif dalam inisiatif ini,” ujar Fransiska dalam rilis Humas CIMB Niaga.

Prinsip sustainability, nilai Fransiska, memastikan bahwa selain aspek ekonomi, kita juga memperhatikan aspek sosial dan lingkungan dalam berperilaku dan berkegiatan usaha, sehingga dapat menciptakan dampak positif dan mewariskan bumi yang asri bagi generasi mendatang.

CIMB Group, sebagai pemegang saham mayoritas CIMB Niaga bahkan memasukkan penerapan sustainability sebagai salah satu dari 5 pilar strategi usaha jangka menengahnya, atau yang biasa disebut “Forward23”.

Direktur Compliance, Corporate Affairs and Legal CIMB Niaga Fransiska Oei (kanan) memberikan cendera mata kepada Deputi Komisioner Bidang Internasional dan Riset Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Imansyah pada acara Sustainable Finance Awareness di Jakarta, Selasa (7/5/2019). Foto: Humas CIMB Niaga

Karena itu, kata dia, penerapan keuangan berkelanjutan, juga mengacu pada framework sustainability dari CIMB Group. “Berbagai kebijakan internal CIMB Niaga juga selaras dengan inisiatif keuangan berkelanjutan yang diamanatkan oleh regulator,” ulasnya.

Dari sisi penyaluran kredit kepada debitur, misalnya, CIMB Niaga senantiasa memperhatikan pemenuhan syarat-syarat terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan peringkat PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Sedangkan untuk nasabah perusahaan kelapa sawit, CIMB Niagajuga memperhatikan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) atau Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

“Kami juga telah menerapkan kebijakan green office dengan mengaplikasikan gaya hidup dan budaya kerja yang ramah lingkungan melalui Smart Spending Policy bagi semua karyawan.Hal tersebut berhasil meningkatkan efisiensi dalam penggunaan kertas dan pengurangan karbon emisi dari penggunaan listrik,” jelasnya.

Melalui penerapan kebijakan keuangan berkelanjutan, kata Fransiska, CIMB Niaga memastikan bahwa kegiatan usaha yang dilakukan memiliki dampak positif bagi para pemangku kepentingan. (lin)

LEAVE A REPLY