Wirausaha Digital Terus Meningkat, Kemenekraf Perkuat Kolaborasi

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menerima audiensi LYNK.ID.Foto:humas kemenekraf

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menerima audiensi LYNK.ID untuk membahas perkembangan bisnis digital dan penguatan ekosistem _creator economy_ di Indonesia. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk menjajaki potensi kolaborasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis digital.

Semarak.co – Menekraf Teuku Riefky mengatakan, perkembangan _platform_ digital perlu berjalan seiring dengan pertumbuhan jumlah kreator dan wirausaha digital di Indonesia. Menurutnya, keberadaan _platform_ yang dapat membantu kreator mengelola dan mengembangkan aktivitas bisnis digital berpotensi memperkuat rantai nilai ekonomi kreatif.

Bacaan Lainnya

“Sebagai kementerian baru, pertemuan ini menjadi kesempatan yang baik untuk memperkuat dan mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif, khususnya di daerah. Aplikasi juga menjadi salah satu sektor dengan investasi yang besar di Indonesia dan merupakan bagian dari prioritas yang perlu terus kita kembangkan,” ujar Menekraf Teuku Riefky

“Di sisi lain, _creative hub_ telah hadir di banyak daerah dan perlu diaktivasi agar mampu mencetak pegiat ekraf yang berkualitas, antara lain melalui pengembangan kapasitas dan sertifikasi,” ujar Menekraf Teuku Riefky dirilis humas usai acara melalui Kemenekraf Siaran Pers, Kamis malam (24/9/2026)

LYNK.ID merupakan platform bisnis digital yang membantu kreator membangun audiens, mendistribusikan konten, menjual produk dan layanan digital, serta memonetisasi karya dalam satu ekosistem. _Platform_ tersebut dimanfaatkan kreator konten, pelaku bisnis daring, dan individu untuk mengembangkan aktivitas digital.

Menekraf menambahkan, Kemenekraf terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai _platform_ dan pelaku industri digital. Langkah ini diarahkan untuk memperluas peluang bagi kreator sekaligus mendorong aktivitas kreatif berbasis digital berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

“Karena itu, kami terus memperbarui _roadmap_ jangka pendek dan menengah yang lebih terarah untuk semakin memperkuat setiap program, sekaligus memastikan kolaborasi yang dibangun dapat dirasakan manfaatnya oleh ekosistem,” ujarnya.

“Kemenekraf memiliki dua fokus besar, yaitu berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam konteks ini, LYNK.ID dapat menjadi salah satu kolaborator, khususnya dalam memberikan pelatihan, memperkuat kapasitas pelaku, serta memperluas dan mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif berbasis digital,” kata Teuku Riefky.

Audiensi yang berlangsung di Kantor Kemenekraf, Jakarta, juga membahas tren serta kebutuhan bisnis digital di kalangan kreator dan pelaku ekonomi kreatif. Pertukaran wawasan mengenai perkembangan tersebut dinilai penting agar dukungan terhadap pelaku ekraf semakin relevan dengan perubahan perilaku konsumen, teknologi, dan model bisnis digital.

Founder LYNK.ID Agusleo Halim mengatakan, platform tersebut hadir sejak 2021 sebagai operating system bagi konten kreatif. Saat ini, LYNK.ID telah memiliki lebih dari 10 juta pengguna di seluruh Indonesia dengan jutaan transaksi.

Di LYNK.ID, kreator tidak hanya mendapatkan penghasilan dari transaksi, tetapi juga dari _views_ yang dihasilkan. Karena itu, LYNK.ID tidak sekadar menjadi platform untuk berjualan, tetapi juga menjadi ekosistem yang mendukung kreator dalam mengembangkan karya dan aktivitas ekonominya.

“Kami tidak hanya menghadirkan website dan affiliate marketplace yang bisa diakses oleh semua orang untuk bisa langsung berjualan, tetapi juga membangun ekosistem media yang saat ini melibatkan sekitar 20 media agar seluruh ekosistem dapat terhubung secara lebih luas dan memberikan dampak yang lebih besar,” ujar Agusleo.

“Apa pun yang kami lakukan bersama memiliki kesamaan tujuan, yaitu memperkuat dan mengakselerasi ekosistem ekonomi kreatif. LYNK.ID siap berkolaborasi dengan Kemenekraf untuk bersama-sama mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia,” tambah Agusleo.

Audiensi tersebut turut dihadiri IP Director LYNK.ID Bilal Faranov Bilal Faranov; Manajer Operasional Ristya; Community Officer Tasya Kusmillenda, serta Direktur Konten Digital Kemenekraf Yuana Rochma Astuti.(hms/kraf/sam)

Pos terkait