WCCE Weekland 2026 Ditutup dengan Aksi Peduli Karhutla Kalimantan, Wamenekraf Irene Dorong Ekraf Akar Rumput Tembus Pasar Global

Menekraf Irene Umar (rompi merah) ikut mencoba melakukan pahat untuk membuat produk seni ukur kreatif di program Creativillage & WCCE Weekland. Creativillage adalah pameran dan ruang pengalaman ekonomi kreatif yang diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian acara World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, tepatnya di Ashta District 8 & MGP Space SCBD Park, Minggu malam (25/10/2026). WCCE Weekland merupakan perayaan yang menampilkan kreativitas lokal, bazar produk kreatif, pertunjukan seni, musik, dan ruang kolaborasi komunitas. Foto: heryanto/semarak.co

Rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) Weekland 2026 ditutup dengan doa bersama dan penggalangan donasi bagi masyarakat melalui scan barcode di panggung hiburan penutupan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa Provinsi Kalimantan.

Semarak.co – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf)/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wakabaekraf) Irene Umar memimpin kegiatan doa bersama yang melibatkan pengunjung, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif di taman salah satu bagian kawasan SCBD Park, Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (25/10/2026).

Doa bersama digelar sebagai bagian dari penutupan perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional. Dalam doa itu, Wamenekraf Irene mengajak peserta saling bergandengan tangan dengan tangan lainnya memegang lilin, lalu memejamkan mata, dan berdoa menurut keyakinan masing-masing.

Cahaya yang diangkat peserta menjadi simbol harapan sekaligus menggambarkan kontribusi setiap individu, mulai dari desainer, seniman, musisi, kreator konten, hingga berbagai profesi lainnya.

Wamenekraf Irene turut mengajak seluruh hadirin mendoakan masyarakat dan seluruh makhluk hidup yang terdampak karhutla di Kalimantan, serta memanjatkan harapan bagi Indonesia dan perdamaian dunia.

“World Conference bukan sekadar konferensi, melainkan perwujudan hati dan jiwa yang telah kita curahkan dalam setiap pekerjaan. Tanpa persatuan, tidak akan ada WCCE. Tanpa persatuan, tidak akan ada perdamaian,” ujar Wamenekraf Irene dirilis humas usai acara melalui WAGroup Kemenekraf Siaran Pers, Minggu malam (25/10/2026).

Ajakan kepedulian tersebut dilanjutkan dengan penggalangan donasi melalui platform Kitabisa, termasuk inisiatif yang digerakkan kreator konten Owen. Pengunjung dapat memindai kode QR yang ditampilkan selama kegiatan untuk menyalurkan bantuan bagi wilayah terdampak karhutla.

Wamenekraf Irene juga mengajak masyarakat berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing tanpa memandang profesi maupun latar belakang. WCCE Weekland 2026 yang berlangsung 23–25 Oktober menghadirkan 88 jenama lokal dari subsektor fesyen, kriya, kuliner, dan produk kreatif lainnya.

Saat itu, pengunjung menjelajahi pasar kreatif, menyaksikan pertunjukan teater, serta mengikuti dialog Secangkir Kopi bersama Irene Umar, Ferry Irwandi, Cania Citta, dan Abigail Limuria. Panggung musik pada hari terakhir turut menghadirkan MARBLES, SEEN, dan Moluccan Soul.

Kegiatan ini membuka ruang bagi jenama lokal untuk memperkenalkan produk, menjangkau konsumen, dan menjajaki peluang bisnis. Irene juga menyoroti pentingnya memperluas akses pasar internasional hingga menjangkau pelaku ekonomi kreatif di tingkat komunitas.

Menurutnya, peluang kerja sama bisnis tidak hanya perlu dibangun melalui hubungan antarpemerintah, tetapi juga melalui pertemuan langsung antarpelaku usaha. Matchmaking itu bukan hanya G2G saja, tapi dari grassroots juga harus terhubung supaya segala sesuatu yang kita lakukan di Indonesia bisa mendunia. Pasar produk Indonesia bukan hanya untuk 280 juta orang, tetapi untuk delapan miliar penduduk dunia.

Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAF), Kawendra Lukistian, menyampaikan bahwa peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional tahun ini turut diselenggarakan di Jakarta, tujuh provinsi lainnya, serta 17 negara melalui keterlibatan jejaring diaspora Indonesia.

GEKRAF juga mengajak anggotanya di berbagai daerah dan luar negeri untuk membantu wilayah terdampak karhutla. Penyelenggaraan kemarin bukan hanya sekadar peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional, tapi doa bersama dalam rangka mengumpulkan energi kepedulian untuk daerah-daerah yang terdampak karhutla.

Diketahui juga bahwa Penutupan WCCE Weekland 2026 menegaskan bahwa penguatan ekonomi kreatif tidak hanya berkaitan dengan perluasan pasar dan peluang bisnis, tetapi juga kolaborasi serta kepedulian sosial.

Melalui keterlibatan pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat, karya kreatif Indonesia diharapkan semakin dikenal di pasar global sekaligus memberi manfaat bagi sesama. (hms/ekrf/smr)