Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif ( Kemenekraf) bersama Visinema Studios menggelar pemutaran terbatas film Na Willa di Plaza Indonesia XXI, Jakarta. Ini sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem film nasional sebagai subsektor strategis ekonomi kreatif.
Semarak.co – Wamenekraf Irene Umar mengapresiasi kualitas artistik film ini yang digarap dengan detail, mulai dari komposisi visual hingga elemen desain yang memperkuat pengalaman menonton.
“Cerita keberagaman Indonesia tidak selalu harus besar dan megah. Kadang justru lahir dari hal-hal sederhana, dari keluarga, dari kebersamaan, dari imajinasi anak-anak. Di situlah kekuatannya,” ujarnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Kemenekraf Siaran Pers, Rabu (18/3/2026).
Wamen Irene sangat mengapresiasi bagaimana setiap elemen di film ini dipikirkan dengan sangat detail, dari komposisi warna hingga desain visualnya. “Ini menunjukkan keseriusan dalam membangun sebuah dunia yang utuh dan imajinatif,” tambahnya.
Film Na Willa disutradarai dan ditulis Ryan Adriandhy dan diproduksi Visinema Studios. Karya ini mengangkat kisah seorang anak perempuan enam tahun di Surabaya era 1960-an, yang tumbuh di lingkungan sederhana dengan penuh imajinasi, keajaiban, dan kebahagiaan dalam memandang dunia.
Produser Eksekutif Na Willa sekaligus CEO Visinema Studios, Herry B Salim menjelaskan, kegiatan ini terselenggara atas hasil kolaborasi dengan Kementerian Ekraf. Ia menekankan pentingnya menghadirkan cerita yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membekas secara emosional dan menetap di hati penonton.
Menurutnya, Na Willa yang diadaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo berhasil menghadirkan dunia dari sudut pandang anak-anak dengan sederhana, jujur, dan imajinatif.
“Kami melihat masyarakat merindukan cerita yang hangat, yang bisa menyentuh relung hati serta mempererat kebersamaan, hubungan keluarga, maupun persahabatan. Na Willa bukan sekadar tontonan, tapi undangan untuk mengingat kembali hangatnya keluarga, persahabatan, serta kebersamaan,” ujarnya.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, yang juga turut menyaksikan pemutaran tersebut berharap semakin banyak karya film dengan tema beragam yang dapat memberikan nilai bagi masyarakat.
“Harapannya semakin banyak film-film seperti Na Willa yang bukan hanya tentang menonton tapi setelah kita pulang kita bisa membawa cerita, rasa, kembali ke rumah. Dan rasa itu bisa mengingatkan kita tentang value, hidup, integritas, dan kejujuran,” ujarnya.
Sutradara sekaligus penulis Na Willa, Ryan Adriandhy, menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah terhadap perkembangan industri perfilman nasional. Ia berharap Na Willa dapat menjadi pilihan utama keluarga Indonesia di momen Lebaran tahun ini.
“Harapannya, Na Willa bisa menjadi film yang menemani keluarga Indonesia di momen Lebaran, sebuah cerita yang hangat, sederhana, dan bisa dinikmati bersama orang-orang terdekat,” ujarnya.
Ryan ingin menghadirkan pengalaman menonton yang tidak hanya berhenti di bioskop, tetapi juga tinggal sebagai rasa yang dibawa pulang, tentang keluarga, kebersamaan, dan kebahagiaan. “Semoga Na Willa bisa menjadi bagian dari momen #BahagiaBarengNaWilla bagi banyak
keluarga Indonesia” ujarnya. (hms/smr)





