Wamen Isyana: Kesiapan Emosional Orangtua Sejak Awal Berperan Optimalkan Kecerdasan Anak

Kegiatan TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) pada KERABAT Seri 1 Tahun 2026 bertema “Stimulasi Sejak Dini: Rahasia Mengoptimalkan Kecerdasan Anak Sejak dalam Kandungan”, Kamis (5/2/2026), di Jakarta.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan, pengasuhan berkualitas berakar pada relasi yang sehat antara orang tua dan anak. Komunikasi hangat dan penuh empati jadi benteng melindungi anak dari berbagai risiko.

Semarak.co – Wamen Isyana menekankan pentingnya membangun ruang aman bagi anak, menumbuhkan rasa percaya, serta memahami tahapan tumbuh kembang sebagai bagian dari pengasuhan yang sadar dan bertanggung jawab.

Bacaan Lainnya

“Pengasuhan tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan fisik. Kesiapan emosional orangtua sejak awal kehidupan berperan besar dalam mengoptimalkan kecerdasan anak,” ujar Wamen Isyana, saat memberikan arahan kegiatan TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) pada KERABAT Seri 1, dirilis humas melalui WAGroup Jurnalis Kemendukbangga/BKKBN, Jumat (6/2/2026).

Isyana menegaskan, pengasuhan dengan hati adalah inti dari pembangunan sumber daya manusia sejak dini. Orang tua didorong untuk membangun komunikasi dari hati ke hati, menciptakan ruang aman agar anak berani bercerita, serta tidak ragu mencari bantuan profesional.

“Berkonsultasi dengan Tim Pendamping Keluarga, tenaga kesehatan, dokter, atau para ahli adalah bagian dari tanggung jawab dan wujud kasih sayang orang tua. Deteksi dan intervensi dini adalah investasi nyata bagi masa depan anak,” pungkasnya.

Dokter spesialis anak Fitri Hartanto menjelaskan, kecerdasan merupakan bagian dari kemampuan kognitif, meliputi working memory, cognitive flexibility, dan inhibitory control. Ketiga aspek ini berkembang bertahap sejak dini dan sangat dipengaruhi pola pengasuhan.

Menurutnya, dukungan lingkungan bahkan telah berperan sejak masa kehamilan, terutama melalui kedekatan emosional orang tua. “Interaksi sederhana seperti mengusap perut ibu, berbicara dengan penuh kasih, dan menciptakan rasa aman dapat memicu hormon endorfin mendukung perkembangan otak anak sejak dalam kandungan,” jelasnya.

Setelah anak lahir, lingkungan yang hangat dan responsif tetap menjadi kunci. Untuk mencapai kecerdasan optimal, penting untuk pemenuhan kebutuhan dasar secara seimbang melalui prinsip asih, asuh, dan asah. Asuh mencakup pemenuhan kebutuhan bio-psiko-sosial, seperti nutrisi, imunisasi, dan lingkungan yang aman.

Asih diwujudkan melalui kasih sayang serta interaksi positif, sementara asah dilakukan melalui stimulasi yang konsisten, dukungan emosional, serta penanaman rasa aman dan rasa memiliki. (hms/smr)

 

Pos terkait