Turnamen tenis US Open 2026 mencatat sejarah baru setelah panitia mengumumkan total kompensasi pemain mencapai 108 juta dolar Amerika, menjadi paket hadiah resmi terbesar sepanjang sejarah tenis profesional dunia.
Semarak.co – Angka tersebut meningkat sekitar 20% dibandingkan total pembayaran tahun lalu, sekaligus menegaskan posisi US Open sebagai turnamen Grand Slam dengan penghargaan finansial paling besar dalam sejarah olahraga tenis profesional.
Juara dalam kategori tunggal putra dan putri masing-masing akan menerima 5,5 juta dolar Amerika, naik 10% dari musim sebelumnya, sekaligus menjadi hadiah terbesar bagi juara tunggal Grand Slam sepanjang masa dalam turnamen profesional.
Dilansir Kantor Berita Inggris, Reuters dan USTA (20/8/2026), pemain yang tersingkir pada babak pertama juga memeroleh peningkatan signifikan, dengan bayaran 140.000 dolar AS atau naik 27% dibanding jumlah yang diterima pada ajang sebelumnya.
Kenaikan hadiah muncul ketika sejumlah petenis papan atas menuntut pembagian pendapatan lebih adil, setelah sebelumnya para pemain memertanyakan porsi pendapatan Grand Slam yang mereka terima selama ini secara terbuka publik.
Jannik Sinner dan Aryna Sabalenka termasuk pemain yang menyuarakan tuntutan itu. Para atlet menginginkan keterlibatan lebih besar dalam pembagian pendapatan serta keputusan penting penyelenggaraan turnamen Grand Slam mendatang secara bersama.
USTA juga menyiapkan Program Dukungan Pemain senilai 2 juta dolar AS, yang dibagi secara setara untuk sektor ATP dan WTA sebagai tambahan bantuan bagi para petenis profesional sepanjang musim kompetisi dunia tenis.
Selain peningkatan hadiah, empat turnamen Grand Slam membentuk Dewan Pemain Grand Slam untuk memerkuat komunikasi dan memberikan ruang lebih besar kepada atlet dalam pembahasan kebijakan utama turnamen dunia secara langsung.
Turnamen US Open 2026 Amerika dijadwalkan berlangsung di New York, AS dengan perhatian besar tertuju pada persaingan gelar, kondisi para bintang serta dampak perubahan hadiah terhadap masa depan profesional tenis dunia secara global.
Langkah itu disambut positif oleh sejumlah pemain, meski tuntutan mengenai pembagian pendapatan secara formal belum sepenuhnya selesai dan kemungkinan terus menjadi pembahasan antara atlet serta penyelenggara turnamen internasional terkait. (net/rts/usta/kim/smr)





