Turki Desak Dunia Tekan Israel, Hakan Fidan Angkat Isu Gaza dan Konflik Global

Pemerintah Turki kembali mendorong komunitas internasional mengambil langkah lebih tegas terhadap Zionis Israel. Ankara menilai tekanan diplomatik diperlukan untuk menghentikan konflik berkepanjangan dan memperkuat perlindungan warga sipil Palestina.

Semarak.co – Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan dijadwalkan menyampaikan seruan tersebut dalam pertemuan Menteri Luar Negeri negara-negara G20 di Atlanta, Amerika Serikat (AS) pada 30-31 Oktober 2026, menurut sumber diplomatik Turki.

Fidan diperkirakan menilai serangan militer Zionis Israel dan sikap yang dinilainya tidak kompromistis telah menghambat upaya internasional mewujudkan perdamaian di Gaza, sekaligus memperpanjang penderitaan warga Palestina di tengah krisis Gaza.

Selain Gaza, Fidan akan mengangkat ketegangan AS dan Iran. Ankara berharap perbedaan kedua negara diselesaikan melalui dialog serta diplomasi, bukan konfrontasi militer yang memperluas ketidakstabilan kawasan tersebut.

Agenda pembahasan juga mencakup keamanan jalur pelayaran strategis, termasuk Laut Hitam, Selat Hormuz, Selat Bab el-Mandeb dan kawasan Teluk, setelah serangan menyasar kapal serta infrastruktur energi penting di jalur internasional.

Turki memeringatkan gangguan terhadap jalur itu dapat memengaruhi pasokan energi dan pangan dunia, menghambat perdagangan internasional serta meningkatkan kerentanan ekonomi negara-negara yang bergantung pada kelancaran distribusi global setiap hari secara luas.

Fidan juga diperkirakan menyoroti meningkatnya konflik Rusia-Ukraina dan risiko perluasan pertempuran. Turki menyatakan terus berkomunikasi dengan kedua pihak untuk membantu memulihkan keamanan kawasan Laut Hitam secara bertahap di Laut Hitam.

Melalui forum G20, Ankara ingin mendorong kerja sama internasional yang konstruktif dan penyelesaian konflik berdasarkan keterlibatan negara-negara kawasan, sekaligus memerkuat stabilitas keamanan regional secara berkelanjutan dan menyeluruh di tingkat internasional.

Dampak Terhadap Hubungan Internasional

Dorongan Turki terhadap peningkatan tekanan internasional kepada Zionis Israel telah memerlihatkan posisi Ankara yang konsisten dan kekeuh dalam menyuarakan kepentingan Palestina dalam forum diplomasi multilateral.

Dilansir Antara News, Anadolu Agency, Hurriyet Daily News dan Dawn.com Pakistan (30/10/2026), di sisi lain, perhatian Fidan terhadap Selat Hormuz dan Laut Hitam memerlihatkan, konflik regional tidak hanya menyangkut persoalan keamanan, tetapi juga stabilitas ekonomi internasional.

Bagi negara pimpinan Erdogan, penyelesaian konflik melalui diplomasi menjadi kepentingan strategis. Negara Arab yang terletak di benua Eropa itu berupaya memertahankan hubungan komunikasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam ketegangan geopolitik. (net/ant/aa/hdn/dc/kim/smr)