Perwakilan Baznas dari program Kurban Online Baznas berkomitmen untuk melanjutkan semangat memberdayakan peternak di desa sekaligus jadi salah satu wujud kepedulian Baznas demi membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi yang merata di desa. Foto: humas Baznas

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui program Kurban Online Baznas pada Idul Adha tahun 2020 ini berkomitmen untuk melanjutkan semangat memberdayakan peternak di desa. Sekaligus jadi salah satu wujud kepedulian Baznas demi membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi yang merata di desa.

semarak.co– Pemberdayaan ini dilakukan dengan melakukan proses pembelian, penggemukan, penyembelihan hewan kurban yang berasal dari peternak di desa. Selain itu pendistribusian daging kurban juga kembali dilakukan di desa, agar peternak semakin berdaya secara ekonomi.

Sementara mustahik maupun penerima manfaat lainnya dapat terpenuhi kebutuhan gizinya melalui daging kurban. Kurban Online Baznas disalurkan ke 58 titik yang berada di 24 Provinsi, yakni di 51 Kabupaten atau Kota yang tersebar di Indonesia.

Direktur Utama BAZNAS, M Arifin Purwakanta mengatakan, dengan target 3.500 ekor hewan kurban yang akan diberikan kepada 70 ribu kepala keluarga (KK) penerima manfaat.

Baznas, kata Arifin, merancang program Kurban Online BAZNAS dengan protokol covid-19 tanpa kerumunan massa yang lebih aman, lebih sehat, memberdayakan peternak di desa serta dagingnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kurban dipotong di lokasi yang jauh dari kita, insya Allah tak berkurang syiarnya dan lebih memberdayakan baik peternak maupun penerima daging kurban,” ujar Arifin di Jakarta, Selasa (7/7/2020) seperti dirilis Humas Baznas melalui WA Group Baznas Media Center (BMC).

Saran wilayah penerima manfaat kurban, kutip Arifin, wilayah miskin, tertinggal, dan pedalaman yang belum pernah atau jarang sekali menikmati pembagian daging kurban. Baznas juga menyasar panti jompo, panti asuhan, masjid, pesantren dan majelis taklim di daerah terpencil yang kesulitan mendapatkan bantuan hewan dari para pekurban.

“Melalui program Kurban Online BAZNAS, masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan penduduk desa,” ujar Arifin lagi.

Secara terpisah, Ketua Panitia Kurban Online Baznas Shady Arpenta menambahkan, Kurban Online Baznas juga menerapkan Cash for Work dalam pelaksanaannya. Program tersebut untuk membantu secara ekonomi pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini mulai dari awal sampai akhir kegiatan pelaksanaan kurban.

“Peserta dari program cash for work adalah peternak, marbot masjid, ustadz, pedagang keliling, tukang ojek, buruh tani, buruh pabrik yang terkena PHK dan masyarakat miskin yang terdampak ekonominya akibat pandemi Covid-19,” jelasnya.

Dalam kesiapan untuk menjalankan Kurban Online Baznas, Baznas telah menyediakan berbagai platform online yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Salah satunya yang paling mudah dengan mengunjungi situs baznas.go.id/kurbanonline. (smr)

LEAVE A REPLY