Tingkatkan Daya Saing Global, PT Telkom Dukung Sertifikasi Halal 497 UMKM Binaan

Kepala PMU Sertifikasi Surveyor Indonesia Afrinal (kedua dari kiri) menyerahkan simbolis sertifikat halal kepada perwakilan UMKM disaksikan Direktur Komersial Surveyor Indonesia Saifuddin Wijaya (paling kiri), Deputy EVP SOE Service Telkom, Fajar Wibawa (kedua dari kanan) dan SM Rumah BUMN Telkom Adrian Sani Harahap di Jakarta beberapa waktu yang lalu. Foto: humas Telkom

Sebagai perusahaan milik negara yang berupaya untuk mewujudkan bangsa berdaya saing, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) senantiasa mendukung UMKM binaannya untuk dapat bersaing secara nasional maupun internasional.

semarak.co-Untuk itu, Telkom bekerja sama Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) PT Surveyor Indonesia membantu penerbitan sertifikat halal bagi 248 UMKM binaan Rumah BUMN Telkom. Penyerahan sertifikat halal secara simbolis digelar di Kantor Pusat PT Surveyor Indonesia, Jakarta beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Hadir Asisten Deputi Bidang TJSL Kementerian BUMN Edi Eko Cahyono serta Direktur Komersial PT Surveyor Indonesia Saifuddin Wijaya. Hadir juga Deputy EVP Divisi SOE Service Telkom Fajar Wibawa dan Kepala Pusat Registrasi & Sertifikasi Halal BPJPH Hj Siti Aminah.

Siti Aminah mengatakan, sertifikasi terbagi menjadi dua. Ada yang sertifikat gratis dan ada yang reguler. Beberapa masuk kategori reguler, cuma ada ribuan di antaranya. Tetapi itu menjadi bagian penting agar proses sertifikat halal sesuai amanat Presiden RI.

Sertifikasi halal diperkirakan akan menjadi salah satu senjata UMKM Indonesia untuk menembus pasar global karena status kehalalan tersebut dapat menjadi keunggulan kompetitif Indonesia di pasar internasional. Potensi UMKM ini juga disadari pemerintah sehingga dibentuk UU Cipta Kerja dan UU Nomor 33 Tahun 2014 mengenai UMKM bersertifikat halal.

“Di lain pihak, untuk membangun UMKM bersertifikat halal perlu melalui beberapa tahapan. Sayangnya, masih banyak pelaku UMKM yang terkendala masalah biaya,” ujar Siti Aminah dirilis humas Telkom usai acara melalui email [email protected], Selasa (28/11/2023).

Berdasarkan data GAPMMI (Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia), terdapat 1,6 juta pelaku industri makanan dan minuman kecil dan hanya 10% saja yang sudah mengantongi sertifikat halal. Data tersebut menggambarkan masih banyak UMKM di Indonesia yang belum tersertifikasi halal.

Sejalan itu, pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan target sebesar 10 juta sertifikasi halal hingga tahun 2024. Untuk itu, dukungan segenap pihak diharapkan mempercepat pencapaian tersebut.

“Dikarenakan sertifikasi halal memiliki kaitan dengan aspek yang luas di antaranya menyangkut kebersihan, bisnis, perdagangan internasional, pasar, reputasi, hingga isu global lainnya,” terang Siti Aminah lagi.

Kesempatan sama, Deputy EVP SOE Service Telkom Fajar Wibawa menegaskan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Telkom Indonesia dalam mensejahterakan masyarakat melalui program TJSL Go Modern, salah satunya dengan membantu pelaku UMKM dalam hal perizinan dan sertifikasi.

“Diharapkan melalui program ini dapat mendorong percepatan peningkatan kualitas UMKM yang berdaya saing global dalam mewujudkan Indonesia sebagai digital hub Asia. Sebelumnya, di 2022 sebanyak 249 UMKM Binaan Telkom telah mendapat bantuan sertifikat halal,” ungkap Fajar.

Secara keseluruhan, lanjut Fajar, hingga 2023 setidaknya sudah 497 UMKM yang telah dibantu sertifikasi kehalalannya oleh Telkom. Diharapkan angka tersebut dapat terus meningkat dan nantinya produk UMKM bersertifikasi halal ini dapat lebih bersaing untuk memenuhi kebutuhan konsumen domestik maupun internasional. (smr)

#ElevatingYourFuture

Pos terkait