Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) komitmen terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mendaftarkan tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Begitu pun dengan pengetahuan masyarakat terkait program tersebut.
semarak.co-Hal ini dibuktikan dengan hasil survei yang dikeluarkan Polling Institute terkait awareness masyarakat mengenai sejumlah program Kementerian ATR/BPN khususnya di sektor pertanahan. Untuk diketahui, Polling Institute telah melakukan survei pada 2-8 November 2022 silam terkait program Kementerian ATR/BPN.
Di antaranya program PTSL yang tampak cukup besar dikenal masyarakat. Sementara program lainnya, yaitu Pelayanan Tanah Akhir Pekan (PELATARAN) dan Hotline Pengaduan, tingkat pengetahuan warga masih rendah. Lalu, terkait digitalisasi sertipikat tanah, mayoritas warga menilai penting dan sangat penting.
Menanggapi hasil survei dari Polling Institute tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN Himawan Arief Sugoto menjelaskan, terkait dengan awareness masyarakat terhadap program PTSL memang sudah cukup baik, mengingat program ini sudah dimulai sejak tahun 2017.
“Jadi sudah lima tahun program PTSL berjalan. Program ini juga Pak Presiden sangat sering memberikan sertipikat keliling Indonesia, sehingga awareness-nya cukup baik,” tutur Himawan secara daring saat menjadi narasumber dalam acara rilis survei Evaluasi Publik atas Kinerja Perpajakan dan Pertanahan di Indonesia yang diadakan Polling Institute, Minggu (20/11/2022).
Sedangkan untuk program lainnya, seperti program PELATARAN dan Hotline Pengaduan, Himawan menjelaskan, program tersebut baru digencarkan belakangan ini. Kendati demikian, Kementerian ATR/BPN akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Mengingat hasil survei dari yang sudah mengetahui atau mencoba program-program Kementerian ATR/BPN, kepuasannya sangat tinggi, yakni mencapai 70-80%. Kemudian terkait digitalisasi, Himawan menuturkan, Kementerian ATR/BPN sudah menjalankan program transformasi digital.
Hal ini dibuktikan salah satunya dengan aplikasi Sentuh Tanahku yang memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi layanan pertanahan. Tak hanya itu, seluruh histori kegiatan pertanahan saat ini sudah tercatat dalam bentuk database, dan itu difungsikan untuk mengurangi terjadinya penghilangan warkah, pemalsuan sertipikat, dan sebagainya.
“Nah untuk digitalisasi, sebenarnya program digitalisasi kita sudah jalan. Kita sadar betul jika harus mendukung digitalisasi, karena semua transaksi sudah digital,” imbuh Himawan dirilis humas ATR/BPN usai acara melalui WAGroup Forum Mitra ATR/BPN, Senin (21/11/2022).
Sebenernya Kementerian ATR/BPN juga sudah mulai, lanjut Himawan, seluruh peta bidang kita semuanya sudah digital base. Hanya sertipikatnya saja yang masih berbentuk fisik. “Mungkin suatu saat kita akan mengeluarkan sertipikat digital. Walaupun mungkin akan bertahap,” lanjut Himawan,
Kesempatan sama, Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penataan Agraria Andi Tenrisau ikut merespons hasil survei dari Polling Institute. Survei seperti ini, nilai Tenrisau, penting bagi Kementerian ATR/BPN untuk terus melakukan perbaikan.
“Kemudian penelitian ini betul-betul menggambarkan siapa yang dilayani oleh Kementerian ATR/BPN. Dan terkait hasil penelitian, kesan dari masyarakat bahwa Kementerian ATR/BPN semakin baik, namun kami tetap terus memperbaiki program dan pelayanan kami,” ujar Tenrisau lagi.
Direktur Polling Institute, Kennedy Muslim yang memaparkan hasil survei berharap bahwa hasil survei tersebut menjadi masukan dan fondasi untuk para pengambil kebijakan. “Kami terus melakukan penyempurnaan survei ini ke depannya. Tentu ini juga bisa menjadi masukan terhadap pengambil kebijakan,” tutur Kennedy.
Sehingga mungkin ini akan menjadi fondasi masyarakat terhadap pemerintah. “Dan sektor pertanahan ini menjadi ujung tombak dari reformasi struktural pertumbuhan ekonomi kita menuju ekonomi negara maju,” tuturnya.
Pada acara ini, Polling Institute menghadirkan Tim Penasehat Reformasi Pajak/Managing Partner DDIC, Darussalam sebagai narasumber dengan dipandu Mercy Widjaya, Pembawa Berita Metro TV.
Kemudian, diikuti pula oleh para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN; Kepala Kantor Wilayah BPN se-Indonesia; dan Kepala Kantor Pertanahan se-Indonesia. (mw/mb/smr)