Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo Menteri Dody menempuh perjalanan darat menyusuri jalur penghubung Aceh dan Sumatera Utara untuk melihat langsung kondisi jalan yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Kawasan Barat Indonesia.
Semarak.co – Menteri Dody meminta jajaran Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Aceh menyiapkan kajian dan desain penanganan komprehensif guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan di tanjakan Kedabuhan di ruas Jalan Nasional Subulussam menuju Sidikalang.
“Tolong disiapkan desain yang lengkap sehingga tanjakan ini tidak terlalu curam. Petakan titik-titik yang paling kritis dan siapkan alternatif penanganannya,”kata Menteri Dody, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Jurnalis PU608, Minggu malam (14/6/2026).
Dody juga meminta keterlibatan Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan dalam penyusunan desain penanganan. Kajian tersebut tidak hanya mencakup aspek konstruksi jalan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi topografi kawasan, aspek keselamatan lalu lintas, serta kebutuhan mobilitas kendaraan barang dan penumpang.
Dody menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam penyusunan rencana penanganan tersebut. Selain melibatkan unsur teknis Kementerian PU, koordinasi juga perlu dilakukan dengan kepolisian, khususnya satuan lalu lintas, serta instansi perhubungan untuk memperoleh gambaran menyeluruh.
Dari Tanjakan Kedabuhan, Dody melanjutkan peninjauan ke sejumlah titik lain di sepanjang koridor Aceh-Sumatera Utara, termasuk lokasi longsoran pada ruas Jalan Dolok Sanggul–Sidikalang yang sebelumnya telah ditangani oleh BBPJN Sumatera Utara.
Bagi Menteri Dody, pembangunan infrastruktur bukan sekadar membangun jalan dan jembatan, tetapi memastikan setiap ruas yang dibangun mampu menghadirkan konektivitas yang aman, nyaman, dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Karena itu, peninjauan lapangan menjadi bagian penting untuk memahami langsung kondisi riil yang dihadapi masyarakat sekaligus memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
Pekerja SR Janji Bekerja Maksimal, Dody Pastikan Bangunan Fungsional Juli 2026
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, juga melakukan inspeksi mendadak ke lokasi proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) 2 di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Minggu (14/6).
Sidak ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur pendidikan yang ditargetkan dapat digunakan saat dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026-2027. Saat ditemui Menteri Dody, pekerja bangunan SR berjanji untuk mati-matian menyelesaikan pembangunan sesuai target.
Dody menyoroti keberhasilan proyek SR Sukoharjo yang kini telah masuk ke dalam “zona hijau” atau sesuai target perencanaan. Padahal, proyek ini sempat terhambat akibat kerusakan jalan desa yang dilalui kendaraan berat proyek.
“Hampir di semua tempat yang menggunakan akses publik selalu menemui kendala serupa. Jalan desa atau kabupaten biasanya bukan jalan yang layak dilewati alat berat. Oleh karena itu, para penyedia jasa harus mengeluarkan upaya ekstra, semacam CSR, untuk menyiapkan atau memperbaiki jalan kerjanya terlebih dahulu,” ujarnya.
Menteri Dody mencontohkan, kendala serupa juga terjadi di Brebes, di mana pihak pelaksana sampai harus membangun jembatan bailey sementara. “Hal itu agar distribusi logistik tidak mengganggu aktivitas warga setempat,” terangnya.
Fokus utama Kementerian PU saat ini adalah memastikan gedung-gedung utama, yakni tingkat SD, SMP, dan SMA, bisa fungsional untuk digunakan pada pertengahan Juli. Khusus untuk pekerjaan di Sukoharjo, Dody menargetkan kesiapan fisik bisa mencapai lebih dari 90 persen saat target waktu tersebut tiba.
“Kita tetap optimistis. Minimum gedung SD, SMP, dan SMA bisa kita selesaikan dulu agar adik-adik bisa masuk ke sekolah yang baru di tahun ajaran baru pada Juli nanti. Kalaupun ada beberapa tempat yang belum 100 persen tuntas, minimal harus sudah fungsional,” tegasnya.
Menariknya, dalam inspeksi tersebut, Menteri Dody memiliki cara tersendiri untuk mengecek kualitas dan progres proyek. Alih-alih hanya melihat fasad bangunan dari depan, ia memilih langsung mengecek area belakang proyek.
“Makanya saya tadi langsung ke belakang. Saya biasanya melihat bagian paling akhir untuk mengecek di mana letak masalahnya. Kalau di depan kan tidak kelihatan, di belakang baru ketahuan kondisinya seperti apa,” jelas Menteri Dody membagikan gaya kepemimpinannya.
Dalam peninjauannya, Menteri Dody juga memetakan perbedaan tantangan pembangunan SR di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Di Sukoharjo dan wilayah Jawa lainnya, tantangan terbesar saat ini berada pada fase arsitektural dan finishing.
Sementara itu, untuk proyek SR di luar Jawa seperti Sumatera, Maluku, dan Sulawesi, kendala utamanya adalah infrastruktur logistik. “Masalahnya ada pada akses jalan logistik dari pelabuhan atau bandara terdekat sampai ke titik lokasi Sekolah Rakyat. Setiap tempat punya masalah sendiri,” tambahnya.
Pembangunan masif Sekolah Rakyat ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Dody menekankan ini adalah amanat langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem di Indonesia melalui jalur pendidikan.
“Sesuai arahan Pak Presiden, cara paling gampang memutus kemiskinan ekstrem adalah dengan menyekolahkan putra-putri mereka. Bapak ibunya mungkin petani atau buruh, tapi anak-anaknya bisa jadi sarjana dan sukses. Semuanya gratis; asrama, baju, alat tulis, hingga laptop diberikan,” paparnya.
Sementara Project Manager Sekolah Rakyat 2 Kabupaten Sukoharjo, Mochammad Safirul Kamil, mengungkapkan bahwa per tanggal 14 Juni, progres fisik pembangunan telah menyentuh angka 82,46 persen. Pihaknya optimistis sisa pengerjaan akan tuntas dalam kurun waktu kurang dari sepekan ke depan.
“Kami masih optimistis sampai dengan tanggal 20 Juni bisa selesai, dan fungsional pada tanggal 1 Juli agar adik-adik kita bisa segera melakukan kegiatan belajar mengajar di sini,” ujar Safirul.
Untuk mengejar sisa target penyelesaian, manajemen proyek menerapkan langkah taktis. Saat ini, 800 pekerja dikerahkan. Mereka bekerja dalam tiga sif setiap harinya, mulai dari pagi hingga pergantian hari di pukul 12 malam. (hms/smr)





