Capres 01 Jokowi pamer kartu, salah satunya kartu pra kerja saat kampanye Pilpres 2019. foto: internet

Survei lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan mayoritas warga meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerja berdasar janji-janji saat kampanye di pemilihan presiden (Pilpres) bukan PPHN (Pokok-pokok Haluan Negara) atau GBHN (Garis-garis Besar Haluan Negara).

semarak.co-Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas mengatakan, kebanyakan responden mengaku ingin agar Presiden Jokowi bekerja sesuai dengan janji-janji politik kepada rakyat yang disampaikan di masa kampanye setiap pemilihan presiden (pilpres).

“Mayoritas warga tidak menghendaki presiden bekerja atas dasar GBHN atau PPHN, melainkan atas dasar janji-janji program presiden pada masa kampanye di Pilpres,” kata Sirojudin saat memaparkan hasil survei pihaknya dalam Update Opini Publik tentang Amendemen UUD 1945 secara daring, Jumat (15/10/2021).

Dalam survei terkait sikap publik bila presiden bekerja atas dasar GBHN atau PPHN ini, terang Sirojudin, SMRC membagi ke dalam beberapa kelompok masyarakat. Kelompok pertama, berdasarkan massa pemilih partai politik.

Hasilnya, massa dari sembilan partai politik di DPR RI periode 2019-2024 ingin presiden tetap bekerja sesuai dengan janji-janji politik kepada rakyat yang disampaikan di masa kampanye pilpres. Persentase terendah berasal dari massa pemilih Pratai Golkar yakni 74 persen dan tertinggi dari massa pemilih PDIP yakni 89%.

Kelompok kedua, lanjut Sirojudin, berdasarkan massa pemilih capres 2019. Hasilnya, 82 persen pemilih Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan 80 persen pemilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ingin presiden bekerja sesuai dengan janji-janji politik yang disampaikan di masa kampanye.

“Hanya 10% pemilih Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan 12% pemilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang ingin presiden bekerja menurut GBHN atau PPHN yang ditetapkan MPR,” kata Sirojudin seperti dilansir CNN Indonesia.com | Sabtu, 16/10/2021 05:53 WIB.

Kelompok ketiga, rinci Sirojudin lagi, yang berdasarkan wilayah, juga menunjukkan mayoritas warga ingin presiden bekerja sesuai dengan janji-janji politik kepada rakyat. Persentase terendah dari masyarakat di DKI Jakarta dan Banten yaitu sebesar 74 persen, kemudian tertinggi dari masyarakat di wilayah Sumatera yaitu 85%.