Sucofindo memprioritaskan percepatan hasil uji jasa pengujian hand sanitizer dan cairan disinfektan melalui Laboratorium sentral PT Sucofindo di Cibitung. Foto: humas Sucofindo

PT Sucofindo berkomitmen dalam mengurangi penyebaran virus corona jenis baru penyebab Covid-19 dengan memprioritaskan percepatan hasil uji jasa pengujian hand sanitizer dan cairan disinfektan melalui Laboratorium sentral Sucofindo di Cibitung, Bekasi.

semarak.co– Direktur Utama Sucofindo Bachder Djohan Buddin mengatakan, pengujian disinfektasi tengah menjadi prioritas Laboratorium Sucofindo Cibitung untuk dapat diuji, karena pentingnya kebutuhan produk tersebut di masyarakat.

“Merupakan komitmen Sucofindo melalui Jasa pengujian untuk membantu pencegahan Covid-19 dan membantu upaya perlindungan konsumen dengan pemastian barang bermutu sehingga Sucofindo memprioritaskan pengujian bahan disinfektasi,” kata Bachder dalam rilis Humas Sucofindo, Rabu (12/8/2020).

Selain itu, lanjut Bachder, Palang Merah Indonesia (PMI) sesuai arahan Ketua PMI HM Jusuf Kalla telah mempercayakan laboratorium Sucofindo untuk melakukan pengujian disinfektan dan hand sanitizer sebelum disalurkan kepada masyarakat untuk menjaga keamanan konsumen.

“Langkah ini diambil sejalan dengan komitmen Sucofindo sebagai #BUMNPerangiCovid dalam membantu pencegahan penyebaran Covid-19,” terang Bachder.

Kepala Strategic Bussiness Unit Laboratorium Sucofindo Anwar Tahir menambahkan, Laboratorium Sucofindo menyediakan jasa pengujian atau analisa produk-produk tersebut guna memastikan keamanan penggunaan produk yang akan beredar di masyarakat.

Saat ini, lanjut Anwar, pengujian masih terpusat di Laboratorium Sentral di Jl. Arteri Tol Cibitung No.1, Cibitung, Bekasi. “Jika ada permintaan di luar daerah kami juga bisa melayani order tersebut melalui perwakilan Laboratorium Sucofindo yang tersebar di seluruh Indonesia,” tambah Anwar.

Dalam pengujian cairan disinfektan, Laboratorium Sucofindo mengikuti SNI-06-1842-1995 yaitu kandungan Baku Mutu koefisien phenol nya adalah 2,5 – 5,0 dan sesuai dengan Peraturan Kepala POM No. 14 tahun 2016 bahwa untuk disinfektan alkohol kandungan Metanol dalam campuran alkohol harus lebih kecil dari 0,01 % dan proses pengujiannya selama 3 hari kerja.

“Ada pun jenis disinfektan yang sesuai untuk mencegah Covid-19 dan paling baik digunakan untuk medis adalah disinfektan dengan konsentrasi alkohol campuran yaitu campuran etanol dan Isoproyl Alkohol,” kutip dia.

Hal itu, kata dia, dikarenakan jenis disinfketan tersebut tidak bersifat korosif pada logam, cepat menguap, minimnya sifat merusak untuk bahan karet atau plastik. Tingkat efektivitas cairan disinfektan dipengaruhi oleh beberapa faktor.

“Efektivitas cairan disinfektan dipengaruhi dari beberapa faktor yaitu lama paparan, suhu, konsentrasi disinfektan, pH dan tidak adanya bahan pengganggu disinfektan contohnya adalah senyawa organik,” imbuhnya.

Sucofindo sebagai perusahaan Inspeksi, Pengujian dan Sertifikasi dalam komitmen mencegah penyebaran Covid-19 juga dapat memberikan pemastian pelayanan medis dengan pengujian sterilitas untuk peralatan kesehatan (ALKES).

Selain itu, juga pemastian terhadap Hygiene Industri dan pengelolaan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) melalui pelatihan dan sertifikasi.

Tak hanya itu, Sucofindo juga menyediakan layanan penyemprotan disinfektan. Layanan ini meliputi Indoor Cold Fogging yaitu penyemprotan disinfektan di dalam ruangan (kantor, gudang, ruang produksi) dengan menggunakan mesin ULV Cold Fogger dan Outdoor Mist Blowing yaitu penyemprotan area sebelah luar di sekeliling bangunan kantor atau pabrik yang berjarak 1-2 meter dari dinding bangunan dengan menggunakan mesin Mist Blower. (smr)

LEAVE A REPLY