ilustrasi spyware alat peretasan yang menyerang sistem digital. Foto: internet

Sebuah perusahaan asal Israel berbendera Candiru dilaporkan menjual alat untuk meretas sistem operasi buatan Microsoft, Windows. Alat peretasan yang berupa spyware bernama DevilsTongue ini telah digunakan untuk mengincar target di berbagai negara, termasuk Indonesia.

semarak.co-Spyware DevilsTongue ini mengeksploitasi kerentanan pada Windows dan dapat menginfeksi serta memantau iPhone, Android, Mac, PC, dan akun cloud.

Dilansir kumparan.com di edunews.id/on Juli 19, 2021/dalam laporan Microsoft dan Citizen Lab, ada setidaknya 100 korban dari spyware itu tersebar di Palestina, Israel, Iran, Lebanon, Yaman, Spanyol, Inggris, Turki, Armenia, Singapura, hingga Indonesia.

Analis Citizen Lab Indonesia menemukan spyware Candiru dipakai untuk menargetkan media online Indoprogress.com, namun aktor peretasan tidak disebutkan. Kebanyakan para korban yang ditargetkan, politisi, aktivis HAM, jurnalis, akademisi, pekerja kedutaan besar, dan oposisi politik.

Manajer Umum Unit Keamanan Digital Microsoft Cristin Goodwin mengatakan, pihaknya telah merilis patch untuk menambal celah kerentanan Windows yang diyakini menjadi pintu masuk spyware. Microsoft tidak menyebut Candiru, tapi merujuk pada aktor dari sektor swasta yang berbasis di Israel yang disebut Sourgum.

“Serangan ini sebagian besar menargetkan akun konsumen, yang menunjukkan bahwa pelanggan Sourgum mengejar individu tertentu,” kata Goodwin dikutip dari blog resmi Microsoft yang terbit pada Kamis (15/7/2021) seperti dikuti edunews.id.