Soroti Fenomena Scroll Society, Mendikdasmen Mu’ti Tegaskan Pentingnya Pembelajaran Mendalam

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, menyoroti fenomena scroll society atau kebiasaan terus menggulir informasi tanpa sempat memahami secara utuh makna di dalamnya, yang tengah terjadi pada generasi muda di Indonesia.

Semarak.co – Menteri Mu’ti menegaskan, sistem pendidikan nasional harus segera bertranformasi dari hanya “permukaan” menuju pemahaman yang mendalam melalui strategi Pembelajaran Mendalam (deep learning).

Bacaan Lainnya

“Masyarakat saat ini mahir mengusap layar namun tidak mencerna makna, yang berujung pada rendahnya Digital Civility Index”, jelasnya, pada acara “Pembelajaran Mendalam Menuju Generasi Berkualitas Era 5.0” di Unisnu Jepara, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Sabtu (7/3/2026).

Ketergantungan pada konten instan dinilai menimbulkan ancaman bagi generasi muda yaitu proses berfikir yang lambat akibat terbiasa dengan informasi singkat tanpa analisis, lamban eksekusi dan kehilangan inisiatif di dunia nyata,  dan menjadi generasi yang lemah atau mudah menyerah.

Kemendikdasmen mendorong penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam dalam agenda pembelajaran. Pendekatan ini menekankan kedalaman pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari melalui tiga prinsip, yaitu mindful (berkesadaran), meaningful (bermakna) dan joyful (menggembirakan).

“Kita mendorong agar siswa tidak mengejar banyaknya materi saja, yang lebih penting adalah memastikan siswa benar-benar memahami apa yang dipelajari,” ujar Mendikdasmen.

Ia melanjutkan bahwa kemendikdasmen terus memperkuat dukungan bagi peningkatan kompetensi guru, salah satunya melalui kebijakan Satu Hari Belajar Guru, yang memberikan kesempatan bagi guru untuk meningkatkan kapasitas dan memperbarui metode pembelajaran.

“Di dunia kerja sekarang, yang paling penting adalah kemampuan berpikir analitis. Kemampuan lainnya seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, kreativitas adalah hal yang mendasar. Selain itu, kemampuan di bidang AI dan Koding juga menjadi prioritas. Oleh sebab itu, kita ajarkan hal ini sejak di sekolah”, ujar Mu’ti.

Penguatan Pembelajaran Mendalam menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang mampu menghadapi dinamika era digital. Di tengah derasnya arus informasi dalam budaya scroll society, pendidikan diharapkan melahirkan peserta didik yang tidak hanya terbiasa mengonsumsi informasi secara cepat, tetapi juga mampu berpikir kritis.

Mendikdasmen Mu’ti Sampaikan Sederet Upaya Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Mendikdasmen Abdul Mu’ti, meresmikan program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2025 di Kabupaten Lamongan. Peresmian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat mutu pendidikan melalui peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di berbagai daerah.

Mendikdasmen menyampaikan selamat kepada satuan pendidikan yang pada tahun 2025 menerima bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat. Program tersebut merupakan bagian dari program prioritas pemerintah dalam mewujudkan pembangunan sumber daya manusia unggul.

“Selamat kepada Bapak dan Ibu yang pada tahun 2025 mendapatkan bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat. Ini merupakan program prioritas Bapak Presiden dalam rangka mewujudkan Asta Cita, khususnya membangun generasi yang unggul,” ujar Mendikdasmen, Jumat (6/3).

Secara nasional pada  2025 pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk pembangunan pendidikan di seluruh Indonesia melalui berbagai program sarana dan prasarana pendidikan.

Program tersebut mencakup pembangunan unit sekolah baru (USB), tambahan ruang kelas, perpustakaan, toilet, laboratorium, serta berbagai fasilitas pendidikan lainnya dengan total 16.167 satuan pendidikan penerima manfaat.

Mendikdasmen menegaskan, pembangunan sarana dan prasarana pendidikan merupakan bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah. Pembangunan sarana dan prasarana fisik itu, kalau kita ibaratkan tubuh manusia adalah raganya. “Pembelajaran akan berjalan baik apabila didukung sarana dan prasarana,” jelasnya.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga memperkuat pemanfaatan teknologi pembelajaran di sekolah melalui program Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID). Pada tahun 2025 perangkat ini telah didistribusikan dan digunakan di sekitar 288 ribu satuan pendidikan di Indonesia.

Pemanfaatan perangkat tersebut tidak hanya berupa penyediaan perangkat teknologi, tetapi juga disertai dengan pelatihan bagi guru, penyediaan laptop, serta materi pembelajaran digital guna mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik.

Upaya Kemendikdasmen dalam Memperkuat Karakter SDM Unggul

Selain penguatan sarana pembelajaran, pemerintah juga memperkuat berbagai kebijakan peningkatan kualitas pendidikan, yakni melalui strategi pembelajaran mendalam (deep learning), pelatihan bagi guru, penguatan kompetensi digital melalui pembelajaran koding dan kecerdasan buatan (AI), serta peningkatan kompetensi bahasa Inggris bagi guru.

Mendikdasmen juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter melalui berbagai program. Salah satunya, 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat serta program Pagi Ceria yang dilaksanakan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. (hms/smr)

Pos terkait