Serangan Udara di Yaman Tewaskan Sembilan Orang, Lima di Antaranya Anak-Anak

Serangan udara yang menghantam sebuah rumah di Provinsi Saada, Yaman utara, pada Minggu (18/10/2026), menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai 19 lainnya, menurut otoritas kesehatan yang dikelola kelompok Syiah Houthi yang didukung Iran.

Semarak.co – Menurut laporan Associated Press (AP) dan SABA (Yemen News Agency) pada hari Ahad 18/10/2026, serangan tersebut mengenai sebuah rumah di Distrik Sahar, Provinsi Saada, wilayah Yaman utara yang dikuasai kelompok Houthi.

Kementerian Kesehatan yang dikelola kelompok sekte Syiah Houthi menyebut sembilan orang meninggal dunia, termasuk lima anak dan dua perempuan, sementara 19 korban lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Juru bicara kementerian pemerintahan Yaman, Anees al-Asbahi, mengatakan sejumlah korban luka berada dalam kondisi kritis sehingga jumlah korban dapat berubah seiring perkembangan penanganan medis dan penyelamatan.

Serangan terhadap kawasan permukiman kembali menyoroti besarnya risiko yang dihadapi warga sipil ketika pertempuran meningkat, terutama keluarga yang tinggal di wilayah terdampak konflik berkepanjangan.

Tuduhan terhadap Arab Saudi

Pihak kelompok Houthi menyalahkan negara kerajaan Arab Saudi atas serangan tersebut. Namun, pemerintah Arab Saudi belum memberikan komentar langsung ketika Associated Press dan Yemen News Agency ini menerbitkan laporannya.

Informasi mengenai korban dan lokasi serangan berasal dari otoritas kesehatan Houthi yang dikutip Associated Press. Klaim pihak-pihak bertikai perlu diverifikasi secara independen sebelum kesimpulan lebih jauh dibuat oleh media.

Konflik Yaman Kembali Memanas

Serangan ini terjadi ketika bentrokan antara kelompok Houthi dan pasukan yang didukung Saudi kembali meningkat, menghidupkan kekhawatiran atas memburuknya perang saudara Yaman setelah gencatan senjata berlangsung selama empat tahun terakhir.

Perkembangan tersebut menambah tekanan terhadap warga sipil yang telah lama menghadapi konflik, kerusakan infrastruktur, serta keterbatasan akses terhadap layanan dasar di sejumlah wilayah Yaman yang terdampak pertempuran berkepanjangan.

Situasi ini juga meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya ketegangan regional. Arab Saudi mendukung pemerintah Yaman yang diakui internasional, sedangkan Houthi menguasai sebagian besar wilayah utara negara tersebut. (net/ap/saba/yna/kim/smr)