Serangan rudal balistik kelompok Syiah Houthi terhadap kamp pelatihan pasukan pemerintah Yaman di Provinsi Shabwa menewaskan sedikitnya 60 orang dan melukai lebih dari 200 lainnya, menurut laporan Associated Press pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Semarak.co – Serangan terjadi pada Senin pagi (19/10/2026), kemarin, di kamp Al-Alam, Provinsi Shabwa, ketika para rekrutan baru sedang berkumpul untuk menjalani latihan. Pejabat setempat mengatakan jumlah korban masih berpotensi bertambah.
Menurut laporan kantor berita Associated Press (Apnews.com) dan Reuters.com (20/10/2026), sedikitnya 60 orang tewas dan lebih dari 200 lainnya mengalami luka-luka. Sejumlah korban berada dalam kondisi kritis, sementara beberapa orang masih dilaporkan hilang.
Pejabat pemerintah Yaman menyebut tiga rudal balistik menghantam kamp itu pada Senin pagi (19/10). Kelompok Syiah Houthi yang didukung Iran, mengakui melancarkan serangan, tetapi menyatakan sasaran mereka merupakan fasilitas yang dikelola pasukan Saudi di selatan.
Gubernur Shabwa, Awad Ibn al-Wazir, dikutip AP, mengatakan para korban merupakan rekrutan baru yang sedang dipersiapkan untuk menjaga keamanan provinsi, bukan pasukan yang tengah bertempur di garis depan wilayah tersebut.
Serangan ini menjadi salah satu insiden paling mematikan sejak pertempuran di Yaman kembali meningkat pada musim panas. Konflik tersebut semakin memerburuk ketidakstabilan negara yang telah lama dilanda krisis kemanusiaan ini.
Konflik Yaman Kembali Memanas
Ketegangan terbaru juga melibatkan pasukan pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran. Kedua pihak kembali meningkatkan serangan setelah gencatan senjata pada tahun 2022 runtuh.
Serangan Houthi turut meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan Arab Saudi dan jalur pelayaran strategis kawasan. Dalam beberapa pekan terakhir, kelompok beraliran sekte Syiah itu juga melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran Saudi, termasuk infrastruktur penting.
Pemerintah Provinsi Shabwa meminta penguatan pertahanan udara dan sistem peringatan dini untuk mencegah serangan berikutnya. Pemimpin Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman, Rashad al-Alimi, menjanjikan respons yang tegas terhadap serangan tersebut sesegera mungkin.
Dampak Terhadap Keamanan Kawasan
Konflik berkepanjangan di Yaman berpotensi mengganggu stabilitas Timur Tengah dan meningkatkan risiko terhadap jalur perdagangan internasional. Perkembangan situasi masih bergantung pada langkah militer dan diplomatik pihak-pihak yang bertikai.
Para pengamat internasional dari sejumlah negara menilai bahwa eskalasi tersebut perlu dipantau karena Yaman berada di dekat Selat Bab el-Mandeb, jalur strategis pelayaran yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia. (net/apc/rc/kim/smr)





