Presiden AS Donald Trump berpidato pada hari kemerdekaan AS di Gedung Putih. Foto: indopos.co.id

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merayakan hari kemerdekaan AS dengan mengatakan bahwa China akan dimintai pertanggung jawaban terkait penyebaran pandemi virus corona jenis baru penyebab Covid-19 di seluruh dunia.

semarak.co– Saat menggelar jambore Salute to America, Trump juga tampaknya meremehkan virus tersebut dengan tidak berusaha menerapkan aturan jaga jarak untuk para tamu dan tidak mengenakan penutup wajah.

“Kita diserang oleh virus yang datang dari Tiongkok,” kata Trump saat berpidato. “Kita telah membuat banyak kemajuan. Strategi kami berjalan baik. Itu keluar dari satu area, dan memalingkan sisi buruknya di area lain. Tetapi kami sudah belajar banyak. Kami telah belajar cara memadamkan nyala api,” lanjutnya.

Jumlah infeksi sekarang secara teratur mencapai 50.000 per hari, lebih tinggi dibandingkan April ketika AS berada dalam cengkeraman infeksi pertama. Dr Anthony Fauci, ahli penyakit menular AS memberikan peringatan terkait virus tersebut. “Aku pikir cukup jelas bahwa kita tidak menuju ke arah yang benar,” serunya.

Trump kembali mengeluh bahwa Amerika memiliki jumlah kasus yang tinggi karena melakukan lebih banyak tes. “Sekarang kami telah menguji hampir 40 juta orang,” imbuh kandidat Pilpres AS 2020.

Dengan demikian, lanjut Trump, pihaknya menunjukkan bahwa 99% kasus di antaranya benar-benar tidak berbahaya. “Hasil yang tidak dapat ditunjukkan oleh negara lain karena tidak ada negara lain yang memiliki pengujian yang kami miliki, tidak dalam hal jumlah atau kualitas,” klaimnya.

Selain itu, Trump juga memberikan kritik terhadap sumber virus corona. “Kerahasiaan, penipuan, dan penutupan Tiongkok memungkinkannya untuk menyebar ke seluruh dunia. Seratus delapan puluh sembilan negara dan Tiongkok harus bertanggung jawab penuh,” ujar dia.

Ini bertentangan dengan Fauci dan pakar kesehatan masyarakat lainnya. Menurut Fauci, Trump menawarkan prediksi yang sangat optimistis. “Kami kemungkinan akan memiliki solusi terapi dan / atau vaksin jauh sebelum akhir tahun,” ungkapnya. (pos/smr/fay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here