Trio Harahap. foto: istimewa

Kecintaan terhadap musik dan tanah kelahiran yang sangat kental, berbuah lahirnya karya nada indah. Menyusul rilis Trio Harahap dengan single perdana berjudul Rap Ra Rap Ro. Indonesia negara bangsa dengan ragam suku dan budaya, akan semakin kuat jika terus kita jaga dan pelihara kebhinekaan kita.

semarak.co-Sukses untuk Trio Harahap dengan motor utama Sibatangkayu. Memperkaya blantika musik tanah air, hakikatnya menjunjung peradaban Bangsa Indonesia. Horas! Di tengah pandemi Covid-19, Trio Harahap ini merupakan Trio Harahap pertama di dunia.

Diapari Sibatangkayu Harahap mengatakan, grup vocal semacam trio memang tidak banyak ditemui di kalangan penyanyi Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel). Beda dengan penyanyi-penyanyi dari Tapanuli Utara yang sangat menonjol dengan kelompok penyanyi trionya.

“Ya, pertama di dunia. Sepanjang sejarah, saya belum pernah dengar ada marga Harahap menjadi penyanyi trio,” kata Diapari Sibatangkayu, pencipta lagu berjudul Rap Rap Rap Ro ini seperti dirilis melalui WA Group pengurus Persatuan Wartawan Indonesia DKI Jakarta Raya (PWI Jaya) bernama Guyub PWI Jaya, Sabtu (24/10/2020).

BACA JUGA :  Coba Selalu Ingin Hadirkan, BTS Sempat tak Ingin Rilis Dynamite Berbahasa Inggris

Jadi, lanjut Diapari, klaim sebagai Trio Harahap pertama di dunia bukan masalah sok-sokan atau mau menyombongkan diri. “Tidak sama sekali. Ini justru kalimat bermakna satire sekaligus introspeksi bagi musisi dan penyanyi Tabagsel yang masih jauh tertinggal dibanding grup penyanyi lain di Sumatera Utara,” paparnya.

Trio Harahap diawaki Mora Harahap, Nelwan Harahap, dan Sibatangkayu Harahap yang dalam single ini didukung Trio Boreg, terdiri dari Ruwiana Sekarwati, Ningtyas Siregar dan Santi Ritonga. “Kenapa ada trio perempuan, karena sejatinya saya ingin lagu bergenre dangdut ini dinyanyikan rame-rame,” Diapari yang juga pengurus PWI Jaya.

Melibatkan kawan-kawan penyanyi dari Ikatan Keluarga Alumni Pelajar Padangsidimpuan (Ikapada) ini kata dia, agar terkesan kolosal. “Namun niat itu terpaksa saya urungkan mengingat situasi pandemi yang masih berlangsung. Saya tak mau ambil risiko dengan mengundang kerumunan orang di studio,” kilahnya.

Mengenai konten Rap Ra Rap Ro, menurut Sibatangkayu, merupakan ajakan kepada masyarakat Tabagsel khsusunya Padangsidimpuan yang ada di perantauan untuk membangun kampung halaman.

BACA JUGA :  Saat Rilis Album, Jane Callista Ungkap Cita-cita Jadi Dokter Anak Khusus Kanker

“Kalau di rantau sudah berhasil, jangan lupa kampung halaman. Marilah bersama-sama menggalang sinergi untuk membangun tanah kelahiran agar tidak ketinggalan dibanding daerah lain,” kata Ketua Dewan Kehormatan PWI Jaya.

Menurut dia, jangan pernah lelah mengajak orang lain untuk berbuat kebajikan.  Apalagi, kata dia, ajakan itu harus terus disuarakan karena warga Padangsidimpuan yang ada di perantauan terkesan kurang kompak membantu pembangunan kampung halaman.

“Kalau pun ada bantuan, cenderung dilakukan sendiri-sendiri. Padahal, andai itu dilakukan bersama, dampaknya pasti lebih dahsyat. Saya malu dengan perantau sukses dari daerah-daerah lain yang sangat kompak membangun tanah leluhurnya,” imbuhnya.

Kecintaan Sibatangkayu sendiri terhadap tanah kelahirannya, tercermin dari puluhan lagu ciptaannya yang nyaris semua berbicara tentang kearifan lokal masyarakat Tabagsel.

Mulai dari cerita adat dan budaya, kuliner, daerah tujuan wisata yang menggambarkan keindahan Tabagsel, sampai kritik sosial. “Bahkan lagu kasmaran pun tetap dibalut dalam kemasan bernuansa Tabagsel,” pungkasnya. (smr)

https://www.youtube.com/watch?v=sm3czN7KSxc

LEAVE A REPLY