Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat merespons kerusakan jembatan darurat Gampong Salah Sirong di Desa Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Aceh, akibat banjir luapan sungai Peusangan pada 17 Februari 2026.
Semarak.co – Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan akan segera menindaklanjuti dengan membangun jembatan armco yang dikenal lebih kokoh dan cepat dipasang.
“Dalam dua sampai tiga hari ke depan, material Jembatan Armco akan didatangkan khusus dari Jakarta, dimobilisasi ke lokasi, dan segera dibangun,” kata Menteri Dody, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Jurnalis PU608, Jumat (20/2/2026)
Diketahui, Jembatan Gempong Salah Sirong sebelumnya juga terdampak banjir bandang pada 27 November 2025. Menteri PU telah meninjau langsung ke lokasi jembatan rusak pada 21 Januari 2026 dan menginstruksikan pembangunan jembatan darurat untuk menjaga konektivitas warga.
Sebagai tindak lanjut, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Ditjen Bina Marga Kementerian PU membangun jembatan darurat sepanjang 180 meter menggunakan konstruksi box container berisi material sirtu dan batu boulder sebagai pondasi, serta struktur kayu batang kelapa yang didesain khusus sepanjang 6 meter.
Jembatan darurat tersebut sempat dimanfaatkan masyarakat untuk menghubungkan Desa Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, dengan Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, tepatnya di Dusun Bivak.
Namun, intensitas hujan ekstrem pada 17 Februari 2026 kembali menyebabkan debit Sungai Peusangan meningkat signifikan sehingga menggerus dua pondasi pilar jembatan darurat tersebut.
Saat ini, Kementerian PU telah melakukan penanganan cepat di lapangan dengan memasang garis pembatas pengamanan, menurunkan alat berat, serta menyiapkan pembangunan jembatan darurat pengganti menggunakan konstruksi armco sebanyak 10 unit dengan total bentang kurang lebih 80 meter.
Selain penanganan darurat, Kementerian PU juga tengah menyiapkan desain jembatan rangka permanen sebagai solusi jangka panjang dengan mempertimbangkan elevasi muka air banjir dan karakteristik hidrologi Sungai Peusangan agar lebih adaptif terhadap potensi banjir ekstrem di masa mendatang.
Kementerian PU terus berkomitmen untuk menjaga konektivitas sebagai urat nadi pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat, terutama di wilayah rawan bencana, sehingga tidak ada satu pun daerah yang dibiarkan terisolir.
“Prioritas kami adalah menjaga konektivitas agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dan tidak ada wilayah yang terisolir. Begitu terjadi kerusakan akibat banjir susulan, kami langsung turunkan tim dan siapkan solusi yang lebih kuat,” tutur Dody. (hms/smr)






