Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dimulai pada 14 Juli 2026. Sebanyak 415 peserta didik baru dari jenjang SD hingga SMA mengikuti kegiatan tersebut, yang terbagi dalam 15 rombongan belajar.
Semarak.co – Sejak hari pertama, suasana di lingkungan sekolah tampak ramai dan penuh antusias. Para siswa bersama orang tua memadati area registrasi di kawasan sekolah berasrama yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tersebut.
Salah satu siswa baru kelas 1 SMA, Keisha Atika Farah Nararia, mengaku senang dapat bersekolah di SRT 03 Sulsel. Sejak kecil tinggal bersama kakek dan neneknya, Keisha memiliki cita-cita menjadi seorang guru.
“Saya sangat senang di Sekolah Rakyat karena fasilitasnya bagus, bangunannya menarik dan fasilitasnya tercukupi, mulai dari perlengkapan asrama, perlengkapan pribadi, perlengkapan sekolah, sudah terpenuhi. Kalau alasannya masuk sini ingin mengurangi beban orang tua,” ucap Keisha, dirilis humas melalui WAGroup Jurnalis PU608, Kamis (16/7/2026)
Antusiasme juga datang dari orang tua siswa. Santi, seorang wali murid yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga dengan suami bekerja sebagai buruh pelabuhan, merasa bersyukur anaknya dapat bersekolah di sini.
“Alasan disekolahkan di sini supaya lebih aman. Fasilitas di sini juga Alhamdulillah mewah. Harapannya semoga anak saya bisa menjadi sukses, menjadi anak pintar. Program Sekolah Rakyat ini bagus karena dijamin semuanya, mulai dari pakaian, sampai peralatan sekolah, makan, sampai asrama,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Tata Usaha SRT 03 Sulsel, Emil Salim menyampaikan bahwa kesiapan sarana dan prasarana sekolah, seperti seperti kursi, meja, tempat tidur, dan kasur sudah terpenuhi. Siswa juga sudah dilengkapi laptop dan smartboard, serta didukung layanan Wi-Fi.
Ia menambahkan, sekolah ini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pembelajaran seperti laboratorium, perpustakaan, hingga ruang kesenian. Fasilitas asrama juga disiapkan untuk menunjang kenyamanan siswa selama menempuh pendidikan.
“Saya mewakili SRT 3 Sulsel, mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum karena sudah menyelesaikan pembangunan sekolah serta melengkapi meubelair SRT 3 Sulsel,” tambah Emil.
Di sisi lain, Menteri PU, Dody Hanggodo memastikan pembangunan Sekolah Rakyat ini menjadi bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto dalam menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
“Mereka tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga asrama, makan, seragam, sepatu, hingga laptop. Harapannya adalah memutus rantai kemiskinan ekstrem dan menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045,” kata Menteri Dody.
Punya Fasilitas Lengkap, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Medan Siap Sambut MPLS
Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Medan memulai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin (13/7).
Setelah selesai dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada awal Juli 2026 lalu, sekolah yang terdiri dari jenjang SD, SMP hingga SMA ini telah siap dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar bagi 270 siswa yang berasal dari Kota Medan dan sekitarnya.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang layak, modern dan berstandar internasional.
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” ujar Menteri Dody.
SRT 2 Kota Medan berdiri di atas lahan seluas 6,01 hektare di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara. Sekolah ini dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu dengan kapasitas sekitar 1.080 siswa, terdiri atas 540 siswa SD, serta 270 siswa untuk jenjang SMP dan SMA.
Pada pelaksanaan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 kali ini, sekolah menerima peserta didik yang terdiri atas 60 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 120 siswa SMA.
Kompleks sekolah dilengkapi dengan sarana prasarana berupa gedung pembelajaran SD, SMP, dan SMA, asrama siswa, laboratorium, rumah susun guru, gedung serbaguna, masjid, guest house, kantin, dapur beserta instalasi pengolahan limbah, instalasi air bersih, lapangan upacara, sistem CCTV, serta fasilitas olahraga berupa lapangan mini soccer dan basket.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana sekaligus Guru Olahraga SRT 2 Kota Medan, Lastiar Pasaribu berterimakasih kepada Presiden Prabowo dan Kementerian PU atas dibangunnya SRT 2 Kota Medan dengan bangunan yang berkualitas dan sarana prasarana yang memadai.
“Di SR permanen ini kesiapan bangunan sudah baik. Kemudian untuk sarana prasarana seperti ruang kelas sudah dilengkapi dengan meja dan kursi yang cukup untuk menampung kapasitas 30 siswa, serta sudah dilengkapi dengan papan tulis,” kata Lastiar.
Keberadaan SR juga mendapatkan sambutan positif dari para orang tua dan siswa. Rike Sari, salah seorang wali murid dari Kecamatan Medan Helvetia, mengaku senang anaknya dapat bersekolah di SRT 2 Kota Medan.
“Saya sangat berterima kasih karena anak saya bisa diterima disini. Saya berharap anak saya bisa menjadi lebih pintar, lebih baik dan dapat mengembangkan bakat dan minatnya. Saya juga berterimakasih kepada pemerintah karena sudah membangun SR yang sangat besar, luas dan dengan fasilitas yang sangat baik,” ujarnya.
Tak kalah semangat, Fandi, salah seorang siswa SRT 2 Kota Medan jenjang SD juga mengaku senang dapat mengemban ilmu di sekolah yang memiliki sarana dan prasarana lengkap. Terlebih, SRT 2 Kota Medan juga dilengkapi dengan lapangan mini soccer yang dapat mendukung minat dan cita-citanya di masa mendatang.
“Saya senang karena sekolahnya bagus, cantik dan ada lapangan bolanya. Karena cita-cita saya menjadi pemain bola. Terima kasih Presiden Prabowo dan Kementerian PU sudah membangun SR,” pungkasnya.
Pembangunan SRT 2 Kota Medan dilaksanakan oleh PT Nindya Karya (Persero) bersama PT FYP melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) dengan nilai kontrak Rp258 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025–2026. Pekerjaan dilaksanakan selama 200 hari kalender dengan melibatkan sekitar 900 orang tenaga kerja.
Kementerian PU berharap, fasilitas yang telah dibangun dapat mendukung penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar secara optimal sekaligus memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.(hms/smr)





