Raker dengan DPR, Mendikdasmen Mu’ti Beber Rencana Kerja dan Anggaran Program Pendidikan 2026

Mendikdasmen Abdul Mu’ti, memaparkan rencana kerja dan anggaran Kemendikdasmen 2026 dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Selasa (26/8).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, memaparkan rencana kerja dan anggaran Kemendikdasmen 2026 dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Selasa (26/8).

Semarak.co – Dalam paparannya, Mendikdasmen menyampaikan alokasi anggaran pendidikan untuk sejumlah program yang mendukung peningkatan akses, pemerataan, serta mutu pendidikan dasar dan menengah di Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan Nota Keuangan Buku 1 dan 2 RAPBN Tahun Anggaran 2026, total anggaran pendidikan pada APBN adalah sebesar Rp757,82 triliun. Dari anggaran tersebut, Kemendikdasmen memperoleh Rp55 triliun rupiah atau sekitar 7% ,” ujar Mu’ti, dirilis Kemendikdasmen humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Rabu malam (27/8/2025).

Alokasi anggaran tersebut akan digunakan untuk mendanai sejumlah program prioritas, di antaranya Program Indonesia Pintar (PIP), aneka tunjangan guru non ASN, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, serta digitalisasi pembelajara.

Kemendikdasmen pun tetap melanjutkan program Pendidikan Profesi Guru, bantuan pendidikan S-1/D-IV bagi guru. Demikian juga untuk penjaminan mutu pendidikan yang dilakukan melalui akreditasi satuan pendidikan dan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Kemudian, pengembangan bahasa dan sastra akan difokuskan pada pelestarian bahasa daerah, pemartabatan bahasa dan sastra Indonesia, serta mendorong kecakapan literasi melalui buku bacaan bermutu dan tes Uji Kemahiran Bahasa Indonesia.

“Namun melihat besarnya tantangan, kami juga mengajukan usulan tambahan anggaran. Sebagaimana diketahui bahwa setelah mendapatkan alokasi pagu indikatif, kami mengusulkan tambahan anggaran karena masih ada rencana program yang belum dapat terbiayai,” ucapnya.

Tambahan anggaran tersebut diharapkan dapat mendukung penyesuaian satuan biaya PIP pada jenjang SD dan SMP, perluasan cakupan PIP untuk jenjang TK, peningkatan tunjangan guru non ASN, penambahan target pembangunan dan revitalisasi sekolah.

Selain itu, penguatan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di daerah, percepatan digitalisasi pembelajaran, penguatan pendidikan vokasi, serta pendidikan khusus dan layanan khusus agar pendidikan benar-benar inklusif.

Mengakhiri paparannya, Mu’ti menekankan bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan fondasi penting untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Marilah kita bersama-sama memastikan bahwa Pendidikan Bermutu untuk Semua benar-benar terwujud sebagai fondasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan mencapai Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Nasdem Ratih Megasari Singkarru menyampaikan dukungan untuk penambahan alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk pelaksanaan program.

“Terkait kesejahteraan guru dan tenaga pendidik, tentu menjadi langkah penting untuk negara ini. Kami dari fraksi Nasdem berharap semoga ini bisa diterjemahkan secara nyata di lapangan. Terima kasih juga untuk keberlanjutan program PIP,” ucapnya.

Anggota Fraksi PKB Muhammad Hilman Mufidi juga menyambut baik dukungan pemerintah untuk beasiswa dan tunjangan guru. “Mereka adalah salah satu lini depan bagi pertumbuhan pendidikan di Indonesia. Dalam rangka untuk menuju Indonesia Emas 2045, tentunya kita membutuhkan banyak dukungan di bidang pendidikan,” katanya. (hms/smr)

Pos terkait