ilustrasi proyek infrastruktur jalan layang milik PTPP di Jakarta

PT PP, salah satu perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia bersama PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) dan PT Perkebunan Nusantara IX (PTPN IX) telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), akhir Juni 2020.

semarak.co– Saat ini, PTPP bersama KIW dan PTPN IX terus melakukan persiapan dengan berkolaborasi bersama guna mempercepat terealisasinya proses pembangunan dan pengembangan Kawasan Industri Batang.

Direktur Utama PTPP Novel Arsyad mengatakan, PTPP berusaha untuk menarik minat investasi dari luar negeri dengan menata konsep bisnis dan desain yang komprehensif serta menarik dimana hal tersebut dapat menjadi daya tarik tersendiri para investor asing.

“PTPP bersama KIW, PTPN IX, BKPM, Kementerian BUMN dan Pemangku Kepentingan lainnya secara marathon melakukan rapat koordinasi untuk mempercepat realisasi pembangunan dan pengembangan Kawasan Industri Batang,” ujar Arsyad dalam rilis Humas PTPP, Senin malam (10/8/2020).

Kontraktor pelat merah ini, kata Arsyad, akan mengerjakan pembangunan jalan akses infrastruktur nontol untuk mempermudah akses ke kawasan industri tersebut. Pembangunan Kawasan Industri Batang merupakan bagian dari program Pemerintah untuk mendorong penguatan sektor Industri di Indonesia.

“Sebab itu, PTPP selalu mendukung setiap program yang dicanangkan oleh Pemerintah dalam rangka meningkatkan geliat perekonomian Indonesia. Pemerintah turut memberikan fasilitas pendukung dalam pengembangan Kawasan Industri Batang melalui pembiayaan APBN,” ujarnya.

Kawasan Industri Batang terletak di Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah yang memiliki lahan untuk dikembangkan sekitar 4.300 hektar dimana dalam tahap 1 ini akan dikembangkan lahan seluas 450 hektare.

Kawasan yang terletak di koridor industri utara pulau Jawa akan mengusung konsep The Smart & Sustainable Industrial Estate. Dimana konsep Smart tersebut memiliki 3 (tiga) Basic Principles (Smart Society, Smart Environment & Infrastructure serta Smart Economy) dan 2 Design Intervention (Smart Experience and Smart Planning).

Kawasan Industri Batang didapuk akan memiliki sederetan fasilitas yang lengkap nantinya, mulai dari sarana olahraga, command center, pemadam kebakaran, sarana peribadatan dan rumah sakit.

Selain itu, Kawasan ini juga memiliki visi untuk mempromosikan ekonomi kreatif, industri, teknologi informasi serta ruang berinovasi bagi masyarakat. Kawasan Industri Batang direncanakan akan memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH), ruang interaksi dan ramah pejalan kaki.

“Selain sederatan fasilitas lengkap yang akan dibangun di kawasan tersebut, Kawasan Industri Batang memiliki beberapa keunggulan lokasi,” ujar Arsyad sambil merinci.

Antara lain di sisi utara Tol Trans Jawa dimana dapat mempermudah akses ke Kawasan Industri, dilalui jalur kereta api dan berpotensi menjadi Dry Port, berbatasan langsung dengan Pantai Utara Jawa dan akan dibuat Transit Oriented Department oleh Pemerintah Kabupaten Batang.

Selain itu, Kawasan Industri Batang memiliki lokasi yang strategis dimana dapat ditempuh dengan waktu 4 jam dari Jakarta, 1 jam dari Semarang. Kawasan tersebut memiliki 50 kilometer dari Bandara Ahmad Yani dan 65 kilometer dari Pelabuhan Tanjung Mas.

Dengan dibukanya Kawasan Industri Batang maka akan memudahkan pergerakan logistik dimana dapat ditempuh dengan waktu 50 menit dari Kawasan industri menuju pelabuhan Tanjung Mas. (smr)

LEAVE A REPLY