Boby Dwi Mahendra (tengah) memperoleh toga dengan predikat wisudawan terbaik dari Program Studi Manajemen Agribisnis, Sekolah Vokasi IPB University. Foto: Humas Jamkrindo

Sepasang suami istri buruh dari Semarang Syafi’i (50) dan Suryati (49) tidak bisa menahan haru melihat putranya Boby Dwi Mahendra memperoleh toga dengan predikat wisudawan terbaik dari Program Studi Manajemen Agribisnis, Sekolah Vokasi IPB University.

Bagaimana tidak, keduanya harus bersusah payah mengusahakan agar anaknya tersebut bisa menyelesaikan studi pendidikan di Program Studi Manajemen Agribisnis IPB. Melihat Boby bisa menjadi wisudawan terbaik dengan IPK 3,97 tentunya membuat pasangan tersebut bangga.

“Sehari hari-hari saya bekerja sebagai buruh serabutan, sedangkan istri saya sebagai pengasuh anak tetangga, untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Jangankan lulus dengan Cumlaude, membayangkan untuk bisa kuliah saja dulu saya tidak pernah, tapi Alhamdulillah membanggakan sekali,” cerita Syafi’i seperti dirilis Humas Jamkrindo, Rabu malam (6/11/2019).

Apa yang bisa diraih Boby, lanjut Syafi’i, tak terlepas dari kebaikan hati lingkungan sekitarnya. Guru-guru sekolahnya di MAN 1 Kota Semarang membantu Boby untuk melanjutkan Pendidikan di Bogor.

“Mereka mengumpulkan uang supaya anak saya tetap bisa melanjutkan kuliah. Mereka membayarkan uang SPP semester pertama sekaligus membantu biaya hidup anak saya di Bogor,” katanya.

Begitu juga dengan dosen di IPB dosen yang berbaik hati memberi bantuan tempat tinggal sehingga Boby  tidak mengeluarkan biaya indekos. “Mereka adalah pahlawan untuk keluarga kecil kami,” ungkapnya.

Sebagai orang tua, kebahagian Suryati dan Syafi’i kini makin lengkap, karena putra keduanya dari tiga bersaudara tersebut, sudah bisa mandiri dan memiliki penghasilan sendiri.

Sebelum lulus kuliah Boby telah berhasil mendapatkan kesempatan menimba ilmu di perusahaan BUMN penjamin terbesar di Indonesia, Perum Jamkrindo melalui Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB).

Kini, dengan penghasilan yang dimiliki oleh anaknya tersebut, kesejahteraan keluarga semakin meningkat. “Alhamdulilah setelah lulus magang selama enam bulan, Boby langsung diterima menjadi karyawan di Perum Jamkrindo,” ujar Syafi’i.

Ia berterima kasih kepada pemerintah dan Jamkrindo yang telah menginisiasi dan mengiplementasikan program tersebut sehingga banyak talenta-talenda muda tanah air bisa berkarya dan berkiprah di perusahaan-perusahaan BUMN. “Saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

Boby yang ditemui di acara Penyerahan Ijazah di Graha Widya Wisuda, Kampus IPB University, Dramaga, Bogor, Rabu (6/11/2019) mengungkapkan rasa syukurnya dengan keberadaan PMMB.

Ia awalnya mengaku khawatir, tidak bisa bekerja setelah lulus kuliah, karena tingkat persaingan dunia kerja yang semakin sengit. Apalagi sarjana saja banyak yang menganggur.

“Awalnya saya khawatir lulusan D3 punya kesempatan minim untuk berkarya di perusahaan-perusahaan besar. Alhamdulilah dengan program tersebut kami lulusan dari vokasi D3 dapat perhatian yang sangat besar dari Pemerintah dan Kementerian BUMN,” tutupnya. (smr)

LEAVE A REPLY