Jumlah kematian akibat wabah virus corona jenis baru atau Covid-19 di Prancis naik secara perlahan-lahan pada Minggu (12/4/2020) dibanding hari sebelumnya. Jumlah kematian, yang mencakup data rumah sakit dan panti jompo, bertambah 561 menjadi 14.393 hingga Minggu (12/4/2020). Angka itu meningkat 635 pada Sabtu (11/4/2020).
semarak.co -Menurut otoritas kesehatan masyarakat Prancis seperti dikutip Reuters, pihaknya beranggapan bahwa karantina wilayah mulai memberikan efeknya. Data ini mengonfirmasi bahwa epidemi masih berlangsung di negara kami secara dinamis dan terus menyerang.
“Langkah pengurungan, penerapan gestur pembatasan, menjaga jarak fisik minimal 1 meter, jarak sosial dan mengurangi kontak secara drastis mulai memberikan efek awal,” demikian pernyataan otoritas kesehatan masyarakat Prancis.
Otoritas kesehatan Prancis itu menyebutkan, penting untuk pihaknya semua tetap waspada sebab rumah sakit masih menerima banyak kedatangan pasien. Sementara itu korban meninggal akibat epidemi COVID-19 di Italia bertambah 431 orang pada Minggu (12/4/2020, lebih rendah dari 619 kematian yang dilaporkan sehari sebelumnya.
Sementara jumlah kasus baru menurun yakni 4.092 dari sebelumnya 4.694. Jumlah kematian harian tersebut merupakan yang terendah sejak 19 Maret. Jumlah akumulasi kematian sejak wabah tersebut terdeteksi pada 21 Februari tercatat 19.889, jumlah tertinggi di dunia setelah Amerika Serikat, menurut Badan Perlindungan Sipil.
Jumlah resmi kasus positif COVID-19 juga bertambah menjadi 156.363, angka tertinggi ketiga secara global setelah Amerika Serikat dan Spanyol. Terdapat 3.343 pasien yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU) pada Minggu (12/4/2020), dibanding 3.381 pada Sabtu (11/4/2020), penurunan hari kesembilan.
Sebanyak 34.211 pasien dinyatakan sembuh dibanding 32.424 pada hari sebelumnya. Corona telah memengaruhi banyak sektor kehidupan di Italia. Salah satunya sektor olahraga.
Di cabang sepak bola, kompetisi sepak bola Serie A termasuk yang diminati publik di Italia maupun dunia. Para pengelola klub-klub telah menyepakati melakukan pemotongan gaji para pemain dan pelatih sepak bola di Italia.
Pertimbangan atas pemotongan itu tentu untuk menjaga kestabilan finansial klub-klub di tengah minimnya pemasukan akibat terhentinya untuk sementara pertandingan, sehingga pemasukan atau pendapatan klub dari penjualan tiket tak bisa diharapkan.
Direncanakan pemotongan gaji pemain sepak bola yang berlaga di kompetisi Serie A berlangsung hingga Juni 2020. (net/lin)





