Berlin bersiap menjadi pusat perhatian basket putri dunia ketika FIBA Women’s Basketball World Cup 2026 digelar pada tanggal 4 hingga 13 September 2026. Turnamen di Jerman itu menghadirkan 16 negara terbaik dari berbagai benua.
Semarak.co – Turnamen edisi ke-20 tersebut mengalami perluasan peserta dari 12 menjadi 16 tim, mencerminkan pertumbuhan pesat basket putri sekaligus memerbesar persaingan menuju gelar juara dunia tahun ini secara global sepanjang kompetisi.
Amerika Serikat (AS) datang sebagai juara bertahan dan pemilik 11 gelar sepanjang sejarah kompetisi. Mereka kembali menjadi kandidat kuat setelah meraih emas pada edisi 2022 di Sydney, Australia, pada panggung internasional.
Persaingan Grup D sangat menarik karena mempertemukan Amerika Serikat, China, Italia dan Republik Ceko. Pertandingan AS melawan China dijadwalkan menjadi laga pembuka paling dinantikan oleh penggemar dunia sejak awal.
Grup A dihuni oleh Jepang, Spanyol, Jerman dan Mali. Tuan rumah Republik Jerman memperoleh dukungan publik Berlin, tetapi harus menghadapi Spanyol dan Jepang yang memiliki tradisi kuat dalam turnamen internasional bergengsi.
Grup B dihuni oleh Hungaria, Korea Selatan, Nigeria dan Prancis. Sementara itu, Grup C memertemukan Belgia, Australia, Puerto Riko serta Turki dalam persaingan yang diprediksi ketat sejak awal kompetisi hingga akhir pertandingan.
Sistem kompetisi membuat setiap pertandingan penting. Juara grup langsung lolos perempat final, sedangkan peringkat kedua dan ketiga harus menjalani pertandingan kualifikasi sebelum mencapai delapan besar pada fase berikutnya sebelum semifinal.
Dilansir dari laman Fiba.basketball.en dan FIBA Women’s Basketball, FIBA menyebut turnamen berlangsung selama 10 hari dengan total 36 pertandingan. Seluruh fase kompetisi digelar di Berlin, Jerman, menjadikan ibu kota Jerman sebagai panggung utama basket putri dunia pada edisi ke-20.
Pertandingan pembuka berlangsung 4 September 2026, termasuk AS menghadapi China. Spanyol juga bertemu tuan rumah Jerman, sementara Australia melawan Puerto Riko pada hari pertama kompetisi tersebut di Berlin sepanjang pembukaan.
Kejuaraan ini tidak hanya memertarungkan kekuatan tradisional, tetapi juga memberikan panggung bagi pemain muda dan negara berkembang untuk menunjukkan perkembangan basket putri mereka kepada dunia langsung di Berlin tahun ini. (net/fbe/fwb/kim/smr)





