Kegiatan zoom!nar: Industri Kreatif dan Alternatif Solusi Pendanaan yang menghadirkan Peruri, Bank BRI, dan Kemenkominfo. Foto: humas Peruri

Kembali berkontribusi untuk memberikan kegiatan positif di masa stay at home (tetap di rumah) dan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah, Peruri siap mendukung kolaborasi Bank BRI dengan para pegiat industri kreatif yang berinovasi dari rumah.

semarak.co– Direktur Utama Peruri Dwina Septiani Wijaya mengatakan, pengamanan dan otentikasi metadata yang menjadi perhatian utama GIGI Band yang disampaikan Armand Maulana sebagai pelaku industri kreatif adalah sesuatu yang menjadi spesialisasi unit bisnis digital Peruri.

“Peruri siap berkolaborasi dengan sesama BUMN, khususnya Bank BRI dalam usahanya menggerakan roda ekonomi industri kreatif di masa pandemi ini,” tegas Dwina dalam sambutan di zoom!nar: Industri Kreatif dan Alternatif Solusi Pendanaan.

Hadir sebagai pembicara utama Menteri Komunikasi dan Informatika diwakili Staf Khusus Bidang Kebijakan Digital & SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo) Dedi Permadi.

Hadir juga Deputi Bidang Investasi dan Industri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Parekraf) Fadjar Hutomo, Direktur Bisnis Mikro Bank BRI Supari. Kemudian mewakili industri kreatif adalah formasi lengkap GIGI Band, yaitu Armand Maulana, Dewa Budjana, Thomas Ramdhan, Gusti Hendy serta Raul Renanda.

“Dalam masa work from home keamanan dan jaminan keaslian dokumen menjadi prioritas dalam menjalani usaha. Peruri bangga dapat membantu banyak perusahaan dalam hal menjamin keaslian dan ontentikasi dokumen,” ujar Dwina dalam rilis Humas Peruri, Jumat malam (29/5/2020).

Adapun produk digital signature yang Peruri miliki marak digunakan dan sangat dirasakaan manfaatnya oleh perusahaan-perusahaan dalam menjalankan usahanya saat pandemi ini.

Membacakan pesan khusus Menteri Kominfo untuk kegiatan ini, Dedi Permadi mengutip bahwa pihaknya mendukung dan mengapresiasi sinergi BUMN dalam bentuk kegiatan video conference semacam zoom!nar ini utamanya di masa pandemi yang tengah melanda dunia.

“Disaat berjaga jarak (physical distancing) menjadi keharusan dalam keberlangsungan kehidupan, jaringan internet yang andal dan aman merupakan sarana utama untuk bisa tetap melakukan kegiatan berkomunikasi dan berusaha,” ujar Dedi.

Demi menjaga keberlangsungan dunia usaha saat berdiam dan bekerja dari rumah di masa pandemi wabah virus corona jenis baru penyebab Covid-19, Dedi mengatakan, pemerintah melalui Kominfo memastikan jaringan internet yang bisa diandalkan senantiasa hadir untuk masyarakat.

“Kegiatan semacam ini yang diinisiasi oleh beberapa BUMN adalah sebuah inisiatif yang patut didukung dan dihargai” jelas Dedi seperti dirilis Humas Perusahaan umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri).

Menyambung apa yang disampaikan Menteri Kominfo, Direktur Bisnis Mikro Bank BRI Supari menyampaikan bahwa pandemi yang hanya bisa dilewati dengan berjaga jarak, menjadikan manusia teralienasi dan terisolasi.

“Industri kreatif mengajarkan kepada kita bahwa hanya mereka yang berinovasi dari rumahlah yang bisa bertahan di masa pandemi ini. Kreativitas menjadi kata kunci untuk bisa bertahan dan keluar dari krisis yang sedang kita hadapi ini,” imbuh Supari.

Kolaborasi antara pihak perbankan dan industri kreatif, nilai Supari, bukan saja dapat mengusahakan terus begeraknya roda ekonomi, tapi juga dapat memberikan solusi emosi di masa pandemi ini. Lebih lanjut Supari menepis keraguan para pegiat industri kreatif terkait kemungkinan untuk mendapatkan pendanaan dari sektor perbankan.

“Bank BRI hadir untuk memberikan solusi alternatif pendanaan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk industri kreatif. Tangible maupun intangible assets yang dihasilkan oleh industri kreatif tentunya memiliki nilai ekonomis dan mungkin bankable,” kata Supari.

Sebanyak 765 pelaku industri kreatif dari berbagai sektor usaha berpartisipasi dalam kegiatan zoom!nar dengan tema Industri Kreatif dan Alternatif Solusi Pendanaan.

Peserta zoom!nar akan mendapatkan sertifikat digital yang diterbitkan oleh Peruri sebagai penyelenggara sertifikasi elektronik (PSrE) yang telah tersertifikasi oleh Kementerian Kominfo pada 2019 lalu. (smr/lin)

LEAVE A REPLY