Percepat Akses Pembiayaan UMKM Sumut, Kementerian UMKM Gelar Akad Massal KUR

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Damanik,

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat akses pembiayaan bagi para pengusaha UMKM di Sumatera Utara (Sumut), melalui penyelenggaraan Sosialisasi dan Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun.

Semarak.co – Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Damanik menegaskan, kegiatan ini jadi momen penting percepatan penyaluran KUR sekaligus peningkatan kualitas akses pembiayaan bagi pengusaha UMKM.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya percepatan penyaluran KUR sekaligus perbaikan kualitas akses pembiayaan UMKM,” ujar Riza Damanik, di Sapo Siantar, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Media Teman UMKM, Selasa (24/2/2026)

Dalam kegiatan tersebut, 250 pengusaha UMKM menandatangani akad KUR. Sementara, 200 pengusaha UMKM lainnya mengikuti sosialisasi serta pendampingan melalui coaching clinic untuk mengatasi berbagai kendala akses pembiayaan, baik dari sisi administrasi maupun kesiapan usaha.

Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam memastikan pengusaha UMKM tidak hanya mendapatkan akses pembiayaan, tetapi juga pemahaman yang komprehensif mengenai tata kelola usaha yang lebih baik.

Kegiatan ini juga melibatkan layanan pendampingan pembiayaan dari perbankan penyalur KUR, yakni BRI, BNI, BTN, Bank Mandiri, dan BPD Sumut. Kolaborasi antara pemerintah dan perbankan tersebut diharapkan mempercepat proses penyaluran sekaligus meningkatkan literasi pembiayaan di kalangan pengusaha UMKM.

Riza menambahkan, akses pembiayaan merupakan salah satu kunci transformasi UMKM agar dapat masuk ke dalam ekosistem pemberdayaan yang lebih terintegrasi. Transformasi tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan omzet, tetapi juga pada penguatan struktur usaha, perluasan pasar, serta peningkatan daya saing.

“Melalui Sosialisasi dan Akad Massal KUR di Pematang Siantar dan Simalungun, kita ingin membuka bottleneck dan meningkatkan exposure KUR sehingga masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan lengkap terkait persyaratan serta tata cara mengakses program pemerintah ini,” ujarnya.

Secara nasional, penyaluran KUR sepanjang 2025 tercatat mencapai Rp270 triliun atau sekitar 94 persen dari target yang ditetapkan. Jumlah debitur penerima manfaat mencapai 4,5 juta pengusaha UMKM. Dari sisi kualitas, penyaluran KUR menunjukkan perbaikan signifikan dengan menjangkau 2,7 juta debitur baru dan mendorong 1,5 juta debitur graduasi.

Untuk pertama kalinya, porsi penyaluran KUR ke sektor produksi melampaui target, mencapai 60,7 persen. Capaian ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengarahkan pembiayaan ke sektor-sektor produktif yang memberikan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian.

Di tingkat regional, kinerja penyaluran KUR di Sumatera Utara sepanjang 2025 juga menunjukkan potensi yang kuat. Sebanyak 248 ribu pengusaha UMKM di provinsi ini menerima penyaluran KUR dengan total nilai mencapai Rp14,7 triliun.

Kabupaten Simalungun menjadi salah satu daerah dengan realisasi penyaluran terbesar, yakni Rp1,18 triliun kepada lebih dari 21 ribu pengusaha UMKM. Sementara itu, Kota Pematang Siantar mencatat penyaluran sebesar Rp234 miliar kepada sekitar 3 ribu pengusaha UMKM.

Memasuki 2026, tren positif tersebut terus berlanjut. Hingga 22 Februari 2026, penyaluran KUR di Sumatera Utara telah mencapai Rp1,86 triliun kepada lebih dari 32 ribu pengusaha UMKM.

Angka ini menunjukkan ruang percepatan realisasi penyaluran KUR masih sangat terbuka melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, serta para pengusaha UMKM. (hms/smr)