Penyiar Kondang Helmy Yahya Semprot Konten Kreator Ebe Martono Usai Rekam SPG GIIAS 2026 secara Diam-diam

Screen shot penyiar kondang Helmy Yahya dari layar ponsel atau video conference. Foto: jpc

Penyiar kondang Helmy Yahya menyayangkan tindakan konten kreator Ebe Martono yang merekam sales promotion girl (SPG) di ajang pameran GIIAS 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Serpong Tangerang Selatan, secara diam-diam.

Semarak.co – Sebagai Ketua Asosiasi Konten Kreator Seluruh Indonesia, Helmy menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan etika yang seharusnya dijunjung oleh para pembuat konten di dunia digital. Pernyataan itu disampaikan Helmy Yahya melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram.

Bacaan Lainnya

Dalam video tersebut, mantan Direktur Utama TVRI itu secara langsung menegur Ebe Martono dan mengingatkan akan pentingnya menjaga etika ketika membuat maupun mempublikasikan konten di media sosial.

“Hei, Ebe Martono, kau dengerin ya! Saya sebagai ketua Asosiasi Kreator Konten Seluruh Indonesia, ingin mengingatkan. Harus punya etika lah sebagai konten creator,” kata Helmy Yahya dilansir jawapos.com melalui laman pencarian google-chrome, Selasa (4/8/2026).

Menurut Helmy, merekam seseorang secara diam-diam tanpa persetujuan dan kemudian menyebarluaskan hasil rekaman merupakan tindakan yang tidak patut dilakukan. Ia menilai, setiap konten kreator memiliki tanggung jawab untuk menghormati hak privasi orang lain.

“Nggak boleh. Ini masalah etika ya, dan bikin malu pula. Begitu diminta take down, minta bayaran gitu. Cewek itu minta di-take down. Tolonglah kita sebagai kreator konten harus punya etika juga. Mari kita jaga iklim sosial media kita menjadi iklim yang menyenangkan, saling menghormati, dan jangan merugikan orang lain,” imbuhnya.

Dalam kesempatan sama, Helmy Yahya membagikan pengalamannya ketika masih aktif memproduksi konten reality show di televisi. Ia mengaku, konsep merekam reaksi spontan seseorang memang pernah dilakukannya, tetapi selalu diikuti dengan permintaan izin sebelum kontennya dipublikasikan.

“Dulu saya waktu bikin reality show di TV, saya banyak bikin begini ya. Tapi setelah itu, setelah kita rekam pasti kita minta izin. Apakah ini boleh kita tayangkan ya. Jadi itu etikanya,” tutur Helmy yang kesohor sebagai pembawa acara kuis Siapa Berani.

Helmy Yahya menegaskan bahwa izin dari pihak yang direkam merupakan bagian penting dalam proses produksi konten yang dilakukan secara diam-diam. Menurutnya, langkah tersebut bukan hanya menghormati privasi individu, tetapi juga menjaga profesionalisme seorang konten kreator.

Di akhir pesannya, Helmy Yahya mengajak seluruh konten kreator untuk bersama-sama menciptakan ekosistem media sosial yang lebih sehat. Ia berharap para pembuat konten tidak mengejar viral semata, tapi juga mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan terhadap orang lain.

“Mari kita jaga supaya kita ini jangan bikin chaos gitu ya. Jangan bikin hal-hal yang tidak perlu untuk dilakukan. Mari kita memberikan contoh, apalagi kalau kau juga mencari penghasilan dari dunia sosial media. Mari kita jaga etika,” tandas Helmy Yahya. (net/jpc/gle/smr)

Pos terkait