Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo saat dicegat wartawan. Foto: okezone.com

Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta Ditjen Imigrasi dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) langsung bertindak cepat. Doni pun meminta semua pihak tidak boleh membiarkan WNA masuk ke Indonesia dengan mudah.

semarak.co-“Saya baru tahu nih, ada WNA bisa masuk ke Indonesia. Ini informasi penting tolong didalami,” dalam rapat bersama tim Satgas Covid-19 Riau di Balai Serindit yang dipimpin Doni dan Gubernur Riau, Syamsuar kemarin, Kamis (22/4/2021).

“Karena kita ini masih melakukan pelarangan WNA masuk, kecuali kalau dia punya Kitas, di luar itu tidak boleh. Apalagi, pemerintah sudah membuat aturan pelarangan mudik untuk Lebaran Idul Fitri pada 6-17 Mei mendatang. Dirjen Imigrasi dan Kemenlu, tolong jangan sampai kita membiarkan kedatangan WNA,” pintanya.

Satu sisi mudik tidak boleh, lanjut doni, tapi ada WNA yang difasilitasi. Seperti diketahui, Doni mengaku baru tahu setelah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan adanya eksodus besar-besaran dari Warga Negara India ke Indonesia.

Pasalnya, India menjadi salah satu negara dengan kenaikan kasus Covid-19 tertinggi di dunia. Bahkan, dalam sehari dilaporkan kenaikan Covid-19 mencapai 300 ribu kasus per hari. Sehingga, dilaporkan Warga Negara India banyak yang kabur meninggalkan negaranya, salah satunya ke Indonesia.

Kedatangan WN India itu diungkap Kemenkes melalui Kasubdit Karantina Kesehatan, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, dr. Benget Saragih dalam rapat bersama tim Satgas Covid-19 Riau di Balai Serindit yang dipimpin Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo dan Gubernur Riau, Syamsuar kemarin.

“Ada kedatangan WNI dan WNA. Kemarin sudah banyak warga India masuk ke Indonesia, banyak sekali,” ujar Benget dari keterangan yang diterima, Jumat (23/4/2021) seperti dilansir nasional.okezone.com/read/2021/04/23.

Benget mengatakan kebanyakan WN India tersebut datang ke Indonesia menggunakan jalur udara melalui Bandara Soekarno-Hatta. Namun, mereka langsung dikarantina pihak Kemenkes.

“Kami hari ini telah lakukan pemantauan ketat, karena informasi ada eksodus. Jadi untuk di Soekarno-Hatta kami telah minta mereka tempatkan satu hotel biar mudah mengawasi,” kata Benget.

WN India yang masuk itu, kata dia, akibat adanya lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan di sana. “India sedang tsunami Covid-19 dan mereka masuk ke Jakarta sekarang. Di Samarinda sudah ada yang positif. Kami sudah bahas dengan pimpinan untuk diperketat, kita mau tahu apakah ada varian baru,” paparnya.

Sementara itu, Benget mengatakan kebanyakan WN Asing yang masuk Indonesia menggunakan Kitas dan Visa. “WNA itu kebanyakan masuk dengan Kitas dan pakai Visa. Ini mungkin yang menjadi tugas juga dari Imigrasi,” katanya.

Stakeholder berkoordinasi penuh di bawah Satgas Udara Penanganan COVID-19 dalam melakukan pengawasan terhadap penumpang pesawat rute internasional yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.