Penumpang LRT dan KRL Melonjak Imbas ASN DKI Jakarta Wajib Naik Transportasi Massal Setiap Rabu

Jumlah penumpang LRT melonjak imbas aturan ASN DKI Jakarta wajib naik transportasi massal setiap hari Rabu.

Instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tentang Penggunaan Angkutan Umum Massal bagi ASN setiap Rabu, berdampak signifikan pada peningkatan jumlah pengguna layanan angkutan umum massal, khususnya yang dikelola PT KAI Group.

Semarak.co – LRT Jabodebek, sebagai salah satu tulang punggung transportasi modern perkotaan, mencatat rekor tertinggi dalam sejarah operasionalnya. Sebanyak 104.468 pelanggan menggunakan LRT Jabodebek dalam satu hari, angka tertinggi sejak diresmikan pada Agustus 2023.

Bacaan Lainnya

“Catatan ini melampaui rekor sebelumnya pada Hari Transportasi Nasional, 24 April 2025. Pada saat itu LRT Jabodebek melayani 103.582 pengguna dalam satu hari,”  ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba, dirilis humas melalui WAGroup Pewarta KAI Pusat, Kamis (1/5/2025).

Anne mengatakan, angka tersebut bukan hanya rekor tapi juga indikator bahwa masyarakat, khususnya ASN DKI Jakarta, semakin terbuka terhadap penggunaan transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan.

“Kami mengapresiasi langkah progresif dari Pemprov DKI Jakarta dan siap mendukung keberlanjutan kebijakan ini dengan layanan yang andal dan nyaman,” kata Anne.

Tidak hanya LRT Jabodebek, layanan Commuter Line Jabodetabek juga meningkat. Pada hari yang sama, tercatat sebanyak 1.100.498 pengguna, naik 8,33 persen dibandingkan minggu sebelumnya yang berada di angka 1.015.878 pengguna.

Sementara itu, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta) turut menunjukkan tren positif. Layanan ini melayani 7.445 pengguna, meningkat 17,11 persen dari Rabu pekan sebelumnya yang hanya mencatatkan 6.357 pengguna.

Kereta Lokal yang dikelola KAI Commuter di Area I Jakarta juga mengalami peningkatan pada Rabu, 30 April sebanyak 12.547 pengguna, meningkat 30,63 persen dibanding Rabu, 23 April pekan sebelumnya yang melayani 9.605 pengguna.

Lonjakan juga terlihat  di berbagai stasiun integrasi utama di Jabodetabek. Stasiun Tanah Abang melayani 49.720 pengguna gate in dan 47.811 pengguna gate out. Di Stasiun Manggarai, sebagai titik simpul layanan KAI Group, tercatat 17.174 pengguna gate in dan 16.642 gate out.

Stasiun Sudirman yang terintegrasi langsung dengan Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas BNI juga mencatat trafik tinggi, yakni 39.928 pengguna gate in dan 41.680 pengguna gate out pengguna Commuter Line.

Sementara di Stasiun LRT Dukuh Atas BNI, tercatat sebanyak 15.369 pengguna naik dan 12.694 pengguna turun pengguna LRT Jabodebek. Hubungan langsung antara kedua stasiun ini menjadikannya pusat integrasi yang krusial bagi mobilitas para ASN dan masyarakat umum.

Tak kalah penting, Stasiun Juanda juga mencatat 29.237 pengguna gate in dan 29.454 pengguna gate out. Angka-angka ini menunjukkan intensitas penggunaan moda terintegrasi yang tinggi sebagai respons atas kebijakan ASN menggunakan transportasi umum.

Instruksi Gubernur No. 6 Tahun 2025 mewajibkan ASN di lingkungan Pemprov DKI Jakarta menggunakan moda transportasi umum setiap hari Rabu. Moda yang dimaksud seperti LRT dan Commuter Line yang dikelola oleh KAI Group.

“Dengan terhubungnya layanan LRT, Commuter Line, dan transportasi lainnya, masyarakat kini punya lebih banyak opsi mobilitas yang terintegrasi. Kami percaya, perubahan kebiasaan ini akan mendorong Jakarta menjadi kota yang lebih sehat dan lebih bergerak,” ujar Anne.

Sebagai operator transportasi publik yang melayani kawasan urban padat seperti Jabodetabek, KAI Group terus melakukan peningkatan kualitas layanan, termasuk melalui perbaikan waktu tempuh, integrasi antarmoda, serta optimalisasi frekuensi perjalanan.

Selain mendukung mobilitas ASN, KAI melihat momentum ini sebagai bagian dari gerakan kolektif menuju transportasi berkelanjutan. Semakin banyak masyarakat yang menggunakan angkutan umum, semakin besar kontribusi masyarakat terhadap pengurangan polusi dan efisiensi energi.

KAI juga terus berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta, Dishub, serta mitra transportasi lainnya guna memastikan kelancaran operasional selama hari Rabu ASN. Peningkatan pelayanan, monitoring perjalanan real-time, dan respons cepat terhadap gangguan menjadi fokus utama.

“Ini bukan soal angka semata. Ini tentang perubahan budaya. Budaya berpindah dari kendaraan pribadi ke transportasi publik, dan kami bangga menjadi bagian dari perubahan ini,” tutup Anne.

KAI berharap kebijakan ini dapat memperluas efek domino positif, baik untuk mobilitas kota, kualitas udara, hingga peningkatan produktivitas masyarakat urban. Jika konsisten diterapkan, Jakarta dapat menjadi contoh transformasi transportasi bagi kota-kota lain di Indonesia. (hms/smr)

Pos terkait