Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar ajang nasional Bintang Sobat SMP (BSS) 2025 yang dihadiri 76 peserta terpilih dari 34 provinsi di Indonesia.
Semarak.co – Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, menyampaikan bahwa gerakan anti perundungan harus tumbuh sebagai budaya sekolah yang berkelanjutan.
“Gerakan anti perundungan harus menjadi budaya di sekolah. Di masa mendatang kalian menjadi agen perubahan SMP yang membawa dampak positif dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan, bebas perundungan,” ujarnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Kamis (27/11/2025).
Gogot menambahkan bahwa pencegahan perundungan membutuhkan ruang pembinaan karakter yang melibatkan partisipasi aktif dan kepemimpinan murid agar dapat mengakar kuat di satuan pendidikan.
“Murid menjadi garda terdepan mencegah perundungan. Mereka setiap hari berada dalam interaksi sosial di sekolah. Dengan keteladanan ibu dan bapak guru, serta aksi positif berkelanjutan di masyarakat, murid dapat menjadi penjaga lingkungan belajar yang menghargai keberagaman dan menolak segala bentuk kekerasan,” ungkap Gogot.
Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, Muhammad Muchlas Rowi, menyoroti pentingnya keseimbangan antara karakter pelajar dan kemampuan literasi digital untuk menghadapi perkembangan teknologi saat ini, terutama kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Direktur SMP Maulani Mega Hapsari menjelaskan, BSS 2025 selaras dengan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) yang tengah digulirkan Kemendikdasmen. “Kegiatan ini menjadi cerminan tumbuhnya generasi Indonesia yang tangguh,” ucap Maulani.
Diketahui, Kemendikdasmen melalui Direktorat SMP menggelar Apresiasi Bintang Sobat SMP 2025 pada 26 hingga 29 November 2025. Kegiatan ini menjadi momentum nasional untuk memperkuat peran peserta didik sebagai pelopor sekolah aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh murid di Indonesia.
Para peserta BSS 2025 menjalani serangkaian sesi refleksi, penilaian program, Champion Class, serta wisata edukasi mengunjungi Monumen Nasional dan Universitas Indonesia. Khusus untuk guru pendamping, diberikan penguatan program prioritas yaitu 7 KAIH, MBG dan UKS yang sangat erat kaitannya dengan program BSS.
Pembukaan Lomba Debat Indonesia 2025: Ajang Talenta Muda Berargumentasi di Panggung Nasional
Kemendikdasmen melalui Pusat Prestasi Nasional resmi membuka Lomba Debat Indonesia (LDI) 2025 jenjang pendidikan menengah yang diselenggarakan di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Senin (25/11).
Ajang ini menjadi wadah bagi pelajar dari seluruh Indonesia untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis, logis, serta menyampaikan argumentasi secara konstruktif dalam isu-isu nasional maupun global.
Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, melaporkan bahwa LDI 2025 diikuti oleh 12.780 murid pendaftar dari seluruh Indonesia dan perwakilan sekolah luar negeri. Jumlah tersebut meningkat sekitar 10,98% dibandingkan tahun 2024 dengan tingkat keketatan seleksi yang sangat tinggi.
“Peserta berasal dari 37 provinsi dan satu perwakilan sekolah luar negeri dari tiga negara, yaitu Arab Saudi, Malaysia, dan Thailand, dengan rasio seleksi sekitar 1:56,” ujar Maria Veronica.
Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan lomba didukung oleh 46 juri nasional yang terdiri atas 2 juri pembina, 21 juri debat Bahasa Indonesia, dan 22 juri debat Bahasa Inggris.
Kompetisi ini turut didukung oleh Chief Adjudication Panel (CAP) yang bertugas menyusun mosi debat dan memastikan relevansi isu, serta 8 tabulator guna mengelola seluruh proses pengolahan skor, verifikasi hasil pertandingan, serta memastikan sistem rekapitulasi berjalan secara tepat, aman, dan transparan.
Irene menyampaikan bahwa LDI menjadi penutup rangkaian 14 ajang nasional Puspresnas Kemendikdasmen 2025. “Tahun ini Pusat Prestasi Nasional mengadakan 14 ajang lomba untuk bidang olahraga, seni budaya, serta riset dan inovasi. Total ada 1,3 juta murid yang ikut dari jenjang SD hingga SMA, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus,” ujarnya.
Irene menekankan bahwa lomba debat bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari penguatan literasi dan karakter pelajar. “Esensi debat bukan hanya menyampaikan pendapat, tetapi bagaimana menghormati lawan bicara dan menyampaikan argumen berbasis narasi membaca, fakta, dan data,” ungkapnya.
Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta, G. Sri Nurhartanto, menyampaikan, peserta hadir untuk menunjukkan kemampuan argumentasi dan penalaran secara akademik. “Adik-adik datang ke sini untuk adu argumentasi dan adu penalaran guna meyakinkan para juri bahwa gagasan yang disampaikan didasari argumen yang kuat,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa nilai dasar universitas, yaitu unggul, inklusif, humanis, dan berintegritas, sejalan dengan spirit Lomba Debat Indonesia. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam membentuk generasi muda yang kritis, berkarakter, dan mampu bersaing secara global.
“Kami menyambut para peserta dengan penuh kebanggaan dan berharap kegiatan ini memberikan pengalaman berharga serta memperkuat karakter generasi muda Indonesia,” katanya.
Perwakilan Dewan Pembina Lomba Debat Indonesia 2025, Nyoman Radjin Aryana menyampaikan arahan teknis kepada peserta sebagai bagian dari rangkaian pembukaan kegiatan. Ia mengapresiasi kesiapan Universitas Atma Jaya Yogyakarta selaku tuan rumah.
“Semoga kegiatan kita kali ini memberi manfaat bukan hanya bagi Universitas Atma Jaya, tetapi juga untuk pengembangan talenta-talenta terbaik yang dimiliki negeri kita,” ujarnya.
Nyoman juga memperkenalkan komposisi Dewan Juri Inti dan Chief Adjudication Panel (CAP) yang akan memimpin jalannya kompetisi debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Ia menjelaskan bahwa peserta perlu mengetahui pihak-pihak yang berperan dalam memastikan kualitas teknis lomba. (hms/smr)





