Pasukan SDF diberi Ultimatum Angkat Kaki, Suriah Umumkan Gencatan Senjata di Aleppo

Kementerian Pertahanan Suriah mengumumkan gencatan senjata di kawasan Al-Ashrafiyah, Sheikh Maqsoud, dan Bani Zaid di kota Aleppo, Suriah, mulai pukul 03.00 dini hari pada Jumat (9/1/2026) hingga pukul 09.00 pagi.

Semarak.co – Kementerian tersebut juga memberikan batas waktu bagi kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF/Qسد) untuk meninggalkan kota Aleppo dengan membawa senjata pribadi ringan mereka hingga pukul 09.00 pagi.

Seraya mereka menegaskan bahwa tentara Suriah berkomitmen menjamin jalur evakuasi yang aman sepenuhnya menuju wilayah timur laut Suriah. Dalam pernyataannya, kementerian menegaskan, pasukan keamanan dalam negeri berkoordinasi dengan badan operasi militer.

Hal tersebut guna memfasilitasi keluarnya kelompok bersenjata tersebut ke arah timur laut Suriah. Langkah ini, menurut pernyataan itu, bertujuan mengakhiri kondisi militer di kota tersebut, sebagai persiapan kembalinya supremasi hukum serta memungkinkan warga sipil kembali ke rumah mereka.

Pemberlakuan Jam Malam

Beberapa jam sebelumnya, otoritas Suriah memberlakukan jam malam total di sejumlah wilayah kota Aleppo, mulai Kamis malam (8/1) hingga waktu yang belum ditentukan, menyusul situasi keamanan akibat eskalasi serangan oleh pasukan SDF.

Pada Kamis malam (8/1), seperti dilansir arrahmah.id dari Al Jazeera dan Associated Press (AP), pemerintah Suriah menyatakan bahwa pasukan keamanan telah memasuki kawasan Al-Ashrafiyah di Aleppo setelah terjadi bentrokan sengit dengan organisasi SDF.

Koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa pasukan keamanan dalam negeri Suriah masih terus melakukan penyisiran di kawasan Al-Ashrafiyah dengan sangat hati-hati, demi menjamin keselamatan keluarga-keluarga yang sebelumnya dilarang keluar oleh SDF.

Sementara itu, kantor berita resmi Suriah (SANA) melaporkan bahwa pasukan keamanan dalam negeri di Aleppo berhasil menyita sebuah gudang berisi senjata dan amunisi milik SDF dan sebuah mobil bermuatan bahan peledak yang ditinggalkan oleh kelompok tersebut di salah satu jalan utama.

Gubernur Aleppo, Azzam al-Gharib, menyatakan bahwa pemerintah akan segera mengumumkan dimulainya proses kembalinya warga ke rumah mereka secara tertib dan aman, sesuai dengan instruksi yang akan disampaikan melalui saluran resmi.

Dalam beberapa jam terakhir, bentrokan antara tentara Suriah dan pasukan SDF meningkat, disertai gelombang pengungsian besar-besaran warga sipil, serta jatuhnya 8 korban tewas dan 37 orang luka-luka selama tiga hari terakhir, berdasarkan data Dinas Kesehatan Aleppo.

Disebutkan bahwa konfrontasi antara SDF dan tentara Suriah kembali pecah setelah perundingan yang digelar pada Ahad (4/1), yang bertujuan untuk melaksanakan kesepakatan bulan Maret.

Perundinhan itu, yakni penggabungan SDF ke dalam institusi negara (Suriah). Namun, perundingan tersebut tidak menghasilkan langkah-langkah praktis untuk menerapkan kesepakatan tersebut berdasarkan komitmen awal yang dibuat.

SDF disebut terus menunda pelaksanaan butir-butir perjanjian, yang mencakup penggabungan institusi sipil dan militer di wilayah timur laut Suriah ke dalam administrasi negara, pembukaan perlintasan, bandara, serta ladang minyak dan gas, dan penegasan keutuhan wilayah Suriah.

Pemerintah Suriah di bawah kepemimpinan asy-Syaraa terus melakukan upaya intensif untuk memulihkan keamanan dan memerluas kendali penuh atas wilayah negara, sejak penggulingan rezim Bashar Assad pada 8 Desember 2024, yang telah berkuasa selama 24 tahun. (net/aid/alz/ap/s/kim/smr)

Pos terkait